• News

  • Gaya Hidup

Simak, Ini Berbagai Mitos dan Fakta Seputar Vitiligo

Dokter Helen dari Klinik Pramudia.
NNC/Martina Rosa
Dokter Helen dari Klinik Pramudia.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Vitiligo merupakan penyakit hilangnya warna kulit yang berbentuk bercak-bercak warna putih susu. Luas dan keparahan kehilangan warna kulit dari vitiligo sendiri tidak dapat dirediksi dan dapat terjadi dibagian manapun dari kulit tubuh.

Selain kulit, bagian tubuh yang bisa alami vitiligo di antaranya rambut hingga selaput lendir, misalnya bagian dalam mulut. Adapun warna rambut dan kulit ditentukan oleh melanin yang diproduksi sel melanosit. Pada pasien vitiligo, sel melanosit berhenti berfungsi dan tidak memproduksi melanin.

"Ada berbagai macam mitos dan fakta seputar vitiligo di tengah masyarakat, serta yang kerap saya jumpai saat praktik," kata Dokter yang praktik di Klinik Pramudia, dr Dian Pratiwi, SpKK FINSDV, FAADV saat Seminar Media "Vitiligo, Munculnya Si Putih yang Tidak Diharapkan" di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Beberapa mitos dan fakta vitiligo diantaranya sebagai berikut:

1. Orang dengan vitiligo sering terganggu dengan cacat fisik dan mental lainnya.

Kata dr Dian Pratiwi, yang akrab disapa Dokter Helen, pernyataan itu mitos. Secara umum orang dengan vitiligo hidup normal namun mungkin lebih umum memiliki kelainan autoimun lainnya, seperti:

- Hipertiroidisme, dimana kelenjar tiroid terlalu aktif
- Insufisiensi Adrenokortikal, dimana kelenjar adrenal tidak menghasilkan cukup hormon
- Alopecia Areata, kebotakan rambut setempat
- Anemia Pernisiosa, tingkat sel darah merah rendah akibat tubuh sulit menyerap vitamin B12

2. Vitiligo berhubungab dengan penyakit kulit lain seperti kanker kulit, kusta, dan albinisme.

Kata Dokter Helen, pernyataan itu mitos. Faktanya vitiligo merupakan kondisi yang terpisah dan tidak terkait dengan kanker kulit, kusta, dan albinisme.

"Vitiligo adalah gangguan autoimun, dimana sistem imun tubuh menyerang dan membunuh sel-sel pembuat warna kulit, melanosit," kata dia.

3. Apabila melihat penderita vitiligo harus memalingkan muka karena bisa menular.

Kata Dokter Helen, pernyataan itu mitos. Faktanya vitiligo tidak menular, sehingga tidak ada alasan untuk menghindari orang yang mungkin memiliki tanda vitiligo.

4. Hanya orang berkulit gelap yang alami vitiligo.

Kata Dokter Helen, pernyataan itu juga mitos. Vitiligo bisa ditemukan pada dari semua ras dan warna kulit, namun mungkin lebih terlihat pada orang berkulit gelap.

5. Vitiligo diperburuk dengan mengkonsumsi kombinasi makanan tertentu.

"Mitos. Vitiligo tampaknya sama sekali tidak terpengaruh oleh pilihan makanan," tegas dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P