• News

  • Gaya Hidup

Jadi Staf Khusus Presiden, Ini Perasaan Putri Tanjung

Putri Tanjung jadi staf khusus Presiden.
Hipwee
Putri Tanjung jadi staf khusus Presiden.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tampil mengenakan kemeja putih dengan lengan kemeja digulung tampil bersama empat laki-laki dan tiga perempuan muda yang seluruhnya mengenakan kemeja putih, Presiden RI Joko Widodo memperkenalkan tujuh orang staf khusus Presiden berusia muda dan berasal dari kalangan milenial.

Salah satu yang diperkenalkan adalah Putri Indahsari, pendiri (founder) sekaligus CEO Kreator Event Creativepreneur. Presiden Jokowi awalnya merasa kaget saat mendengar usia dara cantik itu masih 23 tahun.

“Usia masih sangat muda, 23 tahun, saya juga kaget masih 23 tahun. Sarjana Academy of Arts di San Fransisco,” kata Presiden Jokowi yang duduk santai pada Bean Bag yang ditaruh di beranda Istana Negara, Kamis (21/11).

Presiden yakin masyarakat sering mendengar kiprah Putri di perusahaan rintisan yang dia dirikan untuk mewadahi para talenta muda yang sukses untuk tampil menginspirasi publik.

“Kita sering mendengar kiprahnya sebagai founder dan CEO di Creativepreneur dan juga menjadi chief business officer of Kreavi, betul?" kata Presiden.

Putri pernah bersekolah di Anglo-Chinese Jakarta (2006—2011). Dia melanjutkan pendidikannya ke Australian International School di Singapura (2012—2014). Putri Tanjung meraih gelar sarjana dari Academy of Art University, Jurusan Multimedia Communication di San Fransisco, Amerika Serikat pada tahun 2015—2019.

Anak sulung konglomerat media Chairul Tanjung itu lahir di Jakarta, 22 September 1996. Dia memulai bisnis kreator event dengan bendera El Paradiso saat berusia 15 tahun. Sebelum berubah nama kemudian menjadi Creativepreneur.

Paras cantik Putri mirip dengan ibunya, Anita Ratnasari Tanjung. Diketahui, Chairul Tanjung dan Anita Ratnasari mempunyai seorang anak laki-laki yang juga adik Putri bernama Rahmat Dwiputra.

Naluri berbisnis Putri mirip dengan yang dilakukan ayahnya Chairul Tanjung, pendiri CT-Corp dan sejumlah usaha waralaba besar di Indonesia. Chairul Tanjung yang pernah menjabat Menteri Koordinator Perekonomian pada era pemerintahan presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono juga diketahui pernah masuk daftar 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes dengan nilai kekayaan ditaksir USD empat miliar dolar AS atau sekitar Rp 46 triliun pada tahun 2014.

Membuktikan Diri

Kendati lahir di keluarga sangat kaya raya, Putri tak mau memanfaatkan keberadaan orang tua di dalam mengembangkan bisnis. Dalam menjalankan bisnisnya, justru ia merasakan jatuh bangun dan menempa diri.

“Aku mulai usia yang sangat muda. Aku mulai dari 15 tahun, sudah mulai bikin EO dan segala macam. Nah, bagaimana biar semangat aku enggak pernah surut, menurut aku yang pertama adalah pegangan,” ujar Putri, dilansir Antara, Jumat (22/11/2019).

Ia selalu merasa kalau membuat event adalah kesukaannya yang paling besar. Dari sana, Putri memegang teguh kesukaan itu.

“Pegangan aku yang pertama adalah aku harus melakukan apa yang aku suka,” ujar Putri lagi.

Putri ingin membuktikan bahwa dirinya bisa sukses dengan kemampuan sendiri. Meskipun embel-embel putri konglomerat. mungkin tak 'kan pernah hilang. Namun, Putri belajar untuk menjadi ikon perempuan yang sukses minimal bisa sesukses bapaknya itu.

“Jadi, aku pegang itu terus. Jadi, kalau aku down atau apa pun itu, aku punya tujuan yang jauh lebih besar daripada itu. Jadi, supaya semangat, menurutku, punya pegangan aja,” kata Putri.

Saat masih berkuliah, Putri sering pergi pulang Jakarta-San Francisco karena dia masih aktif mengadakan berbagai event meski tengah sibuk kuliah.
Pada usianya ke-17 tahun, anak Chairul Tanjung ini masih kerap mendapat penolakan saat mempresentasikan proposal acara besarnya.
Menurut Putri Tanjung, jika mendapat segala sesuatu serba gampang, tak bisa mengetahui potensi diri dan tak bisa bangga dengan diri sendiri.
Pengalaman jatuh bangun yang dirasakan dalam membangun bisnis telah menempanya, membuat dia makin gigih. Putri Indahsari mengembangkan bisnis kreator event dengan nama Creativepreneur. Pada usia 20 tahun, dia kemudian terlibat dalam bisnis dan proyek-proyek di industri kreatif yang melibatkan anak muda Indonesia.

Putri Tanjung dikenal sebagai inisiator gerakan "Muda Bergerak", sebuah proyek yang dibuat bersama teman-temannya. Gerakan itu bertujuan mendorong semangat generasi muda sebagai inspirasi generasi bangsa untuk berkontribusi pada lingkungan sekitar.

Perempuan yang menempuh pendidikan di San Fransisco, Amerika Serikat ini juga dikenal sebagai sosok di balik film pendek Kinetik.

Selain mengurus EO miliknya, Putri juga aktif menjadi pembicara di sejumlah acara yang bertemakan anak muda dan kewirausahaan.

Editor : Sulha Handayani