• News

  • Gaya Hidup

Mengenal Bank darah Tali Pusat, Jaminan Kesehatan Anak

Petingnya Bank darah jaminan kesehatan anak.
Cordlife
Petingnya Bank darah jaminan kesehatan anak.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sekitar sembilan bulan lamanya, janin tumbuh dan berkembang di dalam rahim ibu. Selama periode tersebut, bayi hidup hanya bergantung pada tali pusat. Ya, tali pusat ini menghubungkan sang bayi di dalam rahim dengan ibunya. 
 
Fungsi tali pusat sangat vital. Tali pusat ini membawa darah yang kaya oksigen dan zat-zat gizi dari plasenta ibu ke dalam aliran darah bayi. Karena itulah, tali pusat berperan penting dalam menjaga kelangsungan hidup dan memfasilitasi pertumbuhan janin. 

Kemudian, menjelang persalinan, plasenta akan melewati antibodi melalui tali pusat  sehingga memberi kekebalan terhadap bayi dan mencegah risiko infeksi selama sekitar 3 bulan setelah kelahiran. Segera setelah kelahiran, dokter biasanya memotong dan menjepit tali pusat bayi. 

Berbagai studi menunjukkan, menunggu setidaknya 30 detik sampai satu menit sebelum penjepitan tali pusar, memungkinkan lebih banyak darah segar kaya zat besi dari plasenta mengalir ke dalam tubuh bayi yang baru lahir. 

Retno Suprihatin, Country Director PT Cordlife Persada, menjelaskan peran plasenta dan tali pusat bayi, sudah disadari secara tradisional sejak dulu. Sebagai ‘penghormatan’ terhadap perannya sebelum kelahiran, di beberapa plasenta dan tali pusat dikubur dengan baik, agar tidak dimakan oleh sembarang binatang. Namun seiring dengan perkembangan teknologi medis akhir-akhir ini, salah satu yang patut dipikirkan adalah apakah Anda akan menyimpan tali pusat bayi? 

“Ya, menyimpan darah tali pusat di bank khusus menjadi sebuah pertimbangan. Darah tali pusat adalah sumber yang kaya dengan haematopoietic stem cell (HSCs), yang secara mendasar bertanggung jawab terhadap pembentukan darah dan sistem kekebalan tubuh. Darah dari tali pusat telah dimanfaatkan sebagai sumber sel punca untuk mengatasi penyakit. Jadi, yang diambil dari tali pusat adalah darah yang ada di dalam saluran yang mengandung sel punca (stem cell)," tutur Retno, Senin (9/12/2019).
 
Tali pusat mengandung sejumlah besar sel punca epithelial (EpSC) dan mesenkimal (MSC) yang telah menunjukan potensi yang luas dalam membantu memperbaiki jaringan organ yang cedera dan mengobati berbagai macam penyakit. EpSC membentuk jaringan lunak yang menghubungkan, menyokong atau mengelilingi struktur atau organ lainnya dari tubuh termasuk kornea, kulit dan hati. MSC adalah bahan pembentuk struktur jaringan dari tubuh kita seperti tulang, tulang rawan, otot, jaringan fibrosa dan lemak.
 
Dunia kedokteran terus berkembang, Penelitian sel punca telah menjadi dasar dari pengobatan regeneratif yang memiliki potensi untuk mengubah obat-obatan. Diperkirakan bahwa 1 dari 3 orang dapat mengambil manfaat dari pengobatan regeneratif.

Kondisi optimal untuk mengisolasi dan mengobati MSC untuk penggunaan klinis masih sedang dikembangkan. Beberapa penelitian klinis menyatakan bahwa darah tali pusat dapat membantu pengobatan penyakit seperti autisme, kanker darah, kelainan darah, hingga gangguan sistem imun.
 
Pentingnya Darah Tali Pusat
 
Ketika Anda memutuskan untuk menyimpan membran tali pusat, artinya “Anda juga menyimpan sel punca yang terkandung didalamnya. Teknologi ini telah dipatenkan oleh Cordlife, penyedia layanan bank darah tali pusat terbesar di dunia. Teknologi ini dapat mengisolasi EPSC dan MSC dari membran tali pusat. Sebaliknya, jika Anda menyimpan darah tali pusat Anda hanya akan menyimpan sel punca berjenis Hematopoietic sel saja,” tutur Retno.
 
Menyimpan keduanya, baik itu darah tali pusat dan membran tali pusat akan meningkatkan jumlah sumber sel punca, yang artinya akan membuka kesempatan lebih besar untuk kemungkinan aplikasi terapi di masa mendatang, semacam asuransi biologis yang dapat digunakan di kemudian hari.
 
Retno menambahkan darah tali pusat kaya akan sel punca yang dapat digunakan sebagai pilihan terapi pengobatan dimana saat ini sel punca dapat membantu terapi lebih dari 80 jenis penyakit.  Selain itu, hanya ada satu kali kesempatan untuk proses pengambilan darah tali pusat yaitu sesaat setelah proses persalinan, itulah mengapa sel punca darah tali pusat ini menjadi sangat penting dan bermanfaat untuk disimpan.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya darah tali pusat semakin meningkat dari tahun ke tahun. Karena itu, PT Cordlife Persada (Cordlife) sangat menyadari pentingnya darah tali pusat bagi perkembangan pelayanan kesehatan di Indonesia dan selalu berupaya mengedukasi dan mendorong peningkatan kesadaran masyarakat tentang fungsi penting darah tali pusat. Bentuk pelayanan Cordlife antara lain dengan menghadirkan layanan penyimpanan darah dan membran tali pusat serta pemeriksaan NIPT (Non Invasive Prenatal Test), skrining bayi baru lahir pada kelainan metabolisme bawaan serta layanan pemeriksaan DNA.

Cordlife merupakan perusahaan pertama yang mengoperasikan pemrosesan darah tali pusat dan kriopreservasi di Indonesia.  Sebagai bagian dari komitmen pelayanan Bank Darah Tali Pusat kelas dunia, Cordlife berhasil meraih akreditasi sertifikasi prestisius dari American Association of Blood Banks (AABB) sehingga menjadikan perusahaan tersebut sebagai bank darah tali pusat pertama di Indonesia yang mendapat sertifikasi global akreditasi AABB.

Retno menambahkan pihaknya melihat antusiasme masyarakat Indonesia yang sangat positif terhadap layanan Cordlife, sehingga pertumbuhan layanan pun melesat hingga double digit.

"Selain itu, lebih dari 50% klien kami juga sangat berkenan untuk merekomendasikan Cordlife kepada kerabatnya yang sedang hamil, dan itu sangat membantu efek berantai dari edukasi yang kami lakukan. Akreditasi AABB pada Cordlife dapat menambah lagi kepercayaan masyarakat, kami berharap lebih banyak lagi masyarakat yang mendapat manfaat dari menyimpan darah dari pusat, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Indonesia,” tandas Retno.

Editor : Sulha Handayani