• News

  • Gaya Hidup

Kenali Gejala Stroke, Ternyata Tak Hanya Lumpuh dan Pelo

Kenali gejala stroke, ternyata tak hanya lumpuh dan pelo.
Hello Sehat
Kenali gejala stroke, ternyata tak hanya lumpuh dan pelo.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gejala stroke selalu muncul mendadak, hanya progresivitasnya bisa bertahap atau langsung parah. Gejala yang muncul berhubungan dengan fungsi bagian otak yang terkena, namun yang paling sering ditemukan adalah kelumpuhan ekstremitas satu sisi, kesemutan, wajah mencong dan pelo.

Demikian disampaikan dr Eka Harmeiwaty, SpS, dokter spesialis saraf (Neurologist) dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/12/2019).

Pernyataan ini disampaikan, karena Bayer bersama Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI) dalam Gerakan Peduli Hipertensi memiliki tujuan menjelaskan hubungan hipertensi dengan stroke serta manfaat melakukan pengukuran tekanan darah sendiri (PTDR) / home blood pressure monitoring (HBPM) untuk mencegah terjadinya stroke.

Lebih lanjut dia sampaikan, gejala stroke bisa pula berupa gangguan bahasa, gangguan memori, gangguan penglihatan, gangguan menelan, suara sengau, gangguan koordinasi dan gangguan keseimbangan.

"Perubahan perilaku juga bisa terjadi karena stroke dan acapkali diangap sebagai gangguan jiwa," tegas Eka, seperti dalam keterangan tertulisnya pada Netralnews, Senin (9/12/2019).

Menurut Eka, dari gejala tersebut, sepertiga pasien stroke mengalami pemulihan, sepertiganya mengalami kecatatan seumur hidup dan sepertiga lainnya meninggal.

Untuk diketahui, Indonesia menempati peringkat ke-4 negara dengan jumlah populasi terbanyak di dunia (267.670.543 orang). Hasil Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan tahun 2018 menunjukan prevalensi stroke berdasarkan diagnosis pada penduduk berusia ≥ 15 tahun adalah 10,85%3.

Menurut data Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) pada tahun 2016, stroke menempati peringkat ke-2 sebagai penyakit tidak menular penyebab kematian dan peringkat ke-3 penyebab utama kecacatan di seluruh dunia.


Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani