• News

  • Gaya Hidup

Ini Alasan Kue Keranjang Wajib Ada saat Imlek

Kue Keranjang dipercaya membawa rezeki.
Cookpad
Kue Keranjang dipercaya membawa rezeki.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kue yang punya kemasan bulat silinder menajdi hidangan wajib di setiap perayaan Imlek atau Tahun Baru China. Rasanya seperti dodol namun namun tidak lengket menjadi makanan yang dicari warga Tionghoa.

Mengapa kue keranjang wajib ada saat Imlek? Dilansir dari laman pegipegi, inilah jawabannya
Kue keranjang sendiri merupakan kuliner yang berasal dari budaya asli Tionghoa. Ditilik dari nama, kue keranjang punya nama asli Nian Gao yang berarti tahun dan kue.

Dalam dialek Hokkian, Ti Kwe yang berarti ‘kue manis’, pelafalannya terdengar seperti kata ‘tinggi’ sehingga kue ini pun disusun tinggi atau bertingkat-tingkat. Penyusunan ke atas makin mengecil dan ini memilik makna peningkatan rejeki atau kemakmuran.

Hidangan Keberuntungan
Di Tiongkok sendiri ada semacam kebiasaan untuk menyantap kue keranjang terlebih dulu saat tahun baru untuk mendapatkan keberuntungan dalam pekerjaan. Setelah itu baru menyantap nasi.

Kue keranjang memang penuh filosofi, termasuk soal tekstur. Kue keranjang dibuat dari tepung ketan yang punya sifat lengket. Ini punya makna persaudaraan yang begitu erat dan selalu menyatu. Rasanya yang manis dari gula dan terasa legit pun menggambarkan rasa suka cita, menikmati keberkatan, kegembiraan, dan selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam hidup.

Seperti dodol, dibutuhkan kesabaran untuk membuat kue keranjang. Maklum, waktu pengerjaan yang begitu lama yaitu sekitar 11 – 12 jam. perlu kehati-hatian saat membuat kue keranjang sehingga tidak semua orang bisa melakukannya. Kalau nggak hati-hati, permukaannya bisa terlalu lembek atau bahkan keras.

Kue keranjang yang biasa kamu lihat ternyata bisa jadi bahan utama kresi kue lainnya. Mulai dari kue kelapa parut, bola ubi, hingga kue keranjang santan. Bahkan ada kreasi fushion seperti puff pastry yang di dalamnya menggunakan kue keranjang.

Jika ditilik, kue keranjang hanya memiliki satu warna, lho. Ini semua dikarenakan jenis bahan baku yang digunakan, tepung ketan dan gula aren. Sehingga, warnanya sudah pasti coklat mirip dodol Garut.

Editor : Sulha Handayani