• News

  • Gaya Hidup

Ini Makna Masyarakat Tionghoa Bagi-bagi Angpao saat Imlek

Masyarakat Tionghoa memiliki tradisi membagian angpao.
Petaksembilan
Masyarakat Tionghoa memiliki tradisi membagian angpao.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Semalam, komunitas Tionghoa merayakan malam Imlek, yang juga pastinya ada kebiasaan bagi-bagi amplop atau kantong merah, angpao.

Beda dengan salam tempel mana pun, angpao punya makna yang amat mendalam. Bukan melulu soal isinya, berapa pun itu. Angpao adalah simbol doa, agar sepanjang tahun diberi keberkahan. Berwarna merah, yang selalu berarti semangat, passion.

Pemerhati budaya Tionghoa, Ferry Wong menjelaskan dalam angpao di dalamnya berisi uang. Biasanya jangan dipakai, apalagi dihabiskan. “Orang Tionghoa punya kebiasaan menyimpan, berhemat. Suatu saat jika datang kemalangan, angpao-angpao itu akan sangat berharga sekali. Minimal memberi tanda bahwa begitu banyak orang-orang yg masih mengingatmu, mendoakanmu. Bahkan berkontribusi saat penderitaan datang,” tutur Ferry, dalam pesan WAG Satbu (25/1/2020).

Angpao memang biasanya diberikan bagi yang belum menikah, diandaikan yang sudah menikah jauh lebih mapan dan punya teman hidup, sandaran yang bisa saling menguatkan. Tapi tradisi angpao juga bisa diberikan bagi orang-orang yang bekerja untuk kita, yang menyandarkan rejekinya dari orang yang dipercaya bisa membuat mrk tumbuh dan berkembang.

Angpao juga diberikan untuk para orang tua, sebagai tanda terimakasih yang sudah membesarkan dan berjuang utk anak-anaknya tanpa pamrih.

Angpao juga direkatkan di atas bingkisan-bingkisan, hadiah dan makanan, walaupun di dalam kantongnya tidak berisi uang, tapi selalu ada untaian doa dan memujikan selamat.

“Semoga kita semua juga menjadi angpao yang hidup, bagi siapa saja, untuk menebarkan kebaikan, kebahagiaan dan kesejahteraan sepanjang hidup kita masing-masing,” tandas Ferry.

Editor : Sulha Handayani