• News

  • Gaya Hidup

Sifilis, Infeksi Menular Seksual yang Penderitanya Kebanyakan Laki-laki

Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr dr Wresti Indriatmi, SpKK(K), MEpid.
NNC/Martina Rosa
Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr dr Wresti Indriatmi, SpKK(K), MEpid.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sifilis merupakan salah satu Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan bakteri Treponema Pallidum. Ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada organ otak, sistem saraf serta jantung bahkan dapat mengancam
jiwa.

Sifilis bersifat silent, bekerja dengan diam dengan faktor-faktor risiko yang harus diwaspadai, yaitu melakukan hubungan seks tanpa pengaman, lebih dari satu pasangan serta hubungan seks pria dengan pria.

"Tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan pada gejala sifilis laki laki atau perempuan. Namun, penderita laki laki cenderung lebih banyak dibandingkan perempuan," kata Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr dr Wresti Indriatmi, SpKK(K), MEpid, baru-baru ini di Jakarta.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Sifilis menular melalui hubungan seks (genito-genital, ano-genital, oro-genital). Ini menular dari ibu hamil kepada bayi/janin saat dalam kandungan atau ketika melewati jalan lahir yang terdapat lesi Sifilis, atau menular melalui darah atau produk darah yang tercemar.

"Sifilis paling mudah menular kepada pasangan seksual dalam stadium primer dan sekunder. Perkiraannya, 3-10 persen tertular dalam satu kali hubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi Sifilis. Masa inkubasinya berkisar 10-90 hari, namun umumnya 21 hari," jelas Wresti.

Adapun empat tahapan stadium atau tingkatan Sifilis diantaranya: Sifilis primer, Sifilis sekunder, Sifilis laten, dan Sifilis Tersier. Pada Sifilis primer, bakteri memperbanyak diri pada tempat inokulasi dan membentuk chancre (lesi pada kulit yang keras, tidak gatal, biasanya berdiameter antara 1 cm dan 2 cm).

Pada Sifilis sekunder, Sifilis menyebar ke kelenjar getah bening setempat, kemudian ke pembuluh darah. Pada Sifilis laten, Sifilis sudah mulai mengenai banyak organ tubuh. Hingga akhirnya pada tingkatan Sifilis tersier, terjadi infeksi/inflamasi pembuluh darah dalam susunan syaraf pusat dan sistem kardiovaskular, atau membentuk lesi gumma.

Apabila infeksi tidak diobati akan merusak organ organ tubuh seperti kebutaan, jantung, otak, saraf, pembuluh darah, tulang, kelumpuhan, dimensia, tuli, impotensi, hati bahkan kematian.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P