• News

  • Gaya Hidup

Disinyalir Akar Bajakah bisa Obati Penyakit, Ini Pengakuan Penyintas Kanker

Akar Bajakah disinyalir dapat mengobati kanker.
Khasiat Dedaunan
Akar Bajakah disinyalir dapat mengobati kanker.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Benarkah akar bajakah bisa mengobati penyakit kanker? Berikut pengakuan seorang penyintas kanker yang hing saat ini teratur mengonsumsi bajakah dan juga tetap di bawah kontrol dokter.

“Saya minum bajakah alhamdulillah sampai sekarang sudah berjalan tiga tahun dan sel kankernya sudah zero hasil IHK setiap 6 bulan periksa dotker. Namun tetap masih minum obat selama tiga tahun setiap hari. Hasilnya luar biasa setiap 6 bln di IHK hasilnya titik -titik sel kanker di seluruh jaringan tubuh zero,” ungkap Astri, pada Netralnews, Senin, (31/8/2020)

Pengakuan Astri, kankernya telah menyebar ke pankreas, getah bening, indung telur, rahim. Padahal awalnya ia penyintas kanker payudara stadium 3 +

“Salah satu khasiat akar bajakah melawan sel kanker yang aktif dan mematikan. Semua terapy dari MRI. Radiologi, kemotrapi sampai steamsel imoune DNA sudah saya jalani dan selesai . Sekarang saya hanya konsumsi obat kanker dari rumah sakit selama 3 tahun ke depan dan minum akar bajakah. Selanjutnya menginjak tahun ke 4 sejak kena kanker setiap 6 bulan di IHK hasilnya luar biasa,” ungkap Astri,

Akar bajakah tunggal sedang naik-naik daunnya setahun belakangan ini. Tumbuhan yang hidup di hutan hujan tropis Kalimantan ini populer karena menyimpan potensi sebagai obat kanker.

Namanya berkibar setelah dua siswi SMA dari Palangkaraya berhasil membuat teh herbal dari akar bajakah. Minuman dari akar bajakah yang dibuat Anggina Rafitri dan Aysa Aurealya Maharani ini diganjar medali emas pada World Invention Creativity Olympic di Seoul, Korea Selatan.

Bajakah tampala banyak ditemukan di hutan Kalimantan, baik di wilayah Indonesia maupun Malaysia. Dari genusnya tadi, bajakah disebut berkerabat dekat dengan Genus Vigna. Vegetasi Vigna tumbuh di Pegunungan Kilimanjaro, Afrika. Sedangkan di Kalimantan, bajakah tumbuh merambat di pohon kayu dengan ketinggian hingga 50 meter. Daun bajakah ini berbentuk tajam dengan warna kuning, coklat, dan putih. Bunganya kecil dengan variasi warna ungu, pink, dan putih (The Leguminosae, a Source Book of Characteristics, Uses, and Nodulation).

Sebelum populer seperti sekarang, bajakah telah dikenal masyarakat Kalimantan sebagai tumbuhan obat-obatan alami. Di pedalaman Kalimantan Tengah, warga memanfaatkan seluruh bagian tanaman herbal ini. Sementara di Pulang Pisau, Kalteng, tanaman ini dijadikan obat  disentri dan obat  pegal, selain obat luka.

Batang bajakah tampala disebut mampu menghentikan pendarahan pada luka. Dalam uji ilmiah, batang bajakah tampala memang positif mengandung senyawa fenolik, flavonoid, tannin, dan saponin. Saponin dan tannin inilah yang merangsang terjadinya angiogenesis, bagian penting dalam proses penyembuhan luka.

Editor : Sulha Handayani