• News

  • Healthy Life

Mari Peduli Autis, Salurkan Bakatnya

PBB mengimbau masyarakat peduli autis. (Ilustrasi: Circledoc)
PBB mengimbau masyarakat peduli autis. (Ilustrasi: Circledoc)

Berita Terkait

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Setiap tanggal 2 April diperangati sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia (World Autism Awareness Day). Peringatan ini sebelumnya ditetapkan oleh Majelis Umum PBBpada 18 Desember 2007. 

Melalui Hari Peduli Autisme Sedunia, PBBmengimbau agar semua negara anggotanya untuk mengambil langkah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap autisme di kalangan masyarakat, yang dapat dilakukan dengan diagnosis dini untuk pemberian intervensi dini.

Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan anak dalam berkomunikasi, interaksi sosial, dan perilaku. ASD tak hanya mencakup autisme, tapi juga melingkupi sindrom Asperger, sindrom Heller, dan gangguan perkembangan pervasif (PPD-NOS).

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, diperkirakan ada sekitar 2,4 juta orang penyandang autisme di Indonesia pada tahun 2015. Jumlah penduduk Indonesia pada saat itu mencapai 237,5 juta jiwa, berarti ada sekitar satu penyandang autisme pada setiap 100 bayi yang lahir.

Sangatlah penting untuk mewaspadai gejala-gejalanya sedini mungkin, sebab ASD termasuk kondisi yang tidak bisa disembuhkan. Meski demikian, terdapat berbagai jenis penanganan serta langkah pengobatan  intensif yang bisa membantu para penyandang autisme untuk menyesuaikan diri dalam kehidupan 

Dokter Tri Gunadi, AmdOT, SPsi  dari RS Meilia menjelaskan, autisme adalah suatu kondisi neurologis seumur hidup yang muncul pada anak usia dini, terlepas dari jenis kelamin, ras atau status sosial ekonomi. Gangguan ini ditandai oleh kesulitan dalam interaksi sosial, komunikasi verbal dan nonverbal, dan perilaku repetitif. Autisme memiliki pengaruh besar pada anak-anak, keluarga, dan masyarakat. Merawat dan memberikan edukasi pada anak-anak dan orang dengan kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi penyedia layanan kesehatan dan pendidikan.

“Atisme adalah gangguan perkembangan saraf yang kompleks dan ditandai dengan kesulitan dalam interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku terbatas, berulang-ulang dan karakter stereotip. Gejala autis muncul sebelum 3 tahun pertama kelahiran sang anak. Autisme merupakan salah satu dari tiga gangguan Autism spectrum disorder. Dua di antaranya adalah sindrom Asperger dan PDD-NOS (pervasive developmental disorder, not otherwise specified),” tutur dr Tri Gunadi, Minggu (02/04/2017).

Penyebab Autis

Dokter Tri Gunadi menambahkan, menurut CDC, tidak ada yang tahu apa yang menyebabkan anak-anak menjadi autis. Para ilmuwan berpikir bahwa ada hubungan genetika dan lingkungan. Mengetahui penyebab pasti dari autisme sangat sulit karena otak manusia sangat rumit. Otak mengandung sel saraf lebih dari 100 miliar neuron disebut. 

Setiap neuron mungkin memiliki ratusan atau ribuan sambungan yang membawa pesan ke sel-sel saraf lain di otak dan tubuh. Neurotransmiter menjaga neuron bekerja sebagaimana mestinya, seperti Anda dapat melihat, merasakan, bergerak, mengingat, emosi pengalaman, berkomunikasi, dan melakukan banyak hal-hal penting lainnya.

Dalam otak anak-anak dengan autisme, beberapa sel-sel dan koneksi tidak berkembang secara normal atau tidak terorganisir seperti seharusnya. Para ilmuwan masih mencoba untuk memahami bagaimana dan mengapa hal ini terjadi.

Sejumlah kemungkinan penyebab autis lain telah diduga, tetapi tidak terbukti. Misalnya, diet, perubahan saluran pencernaan, keracunan merkuri, ketidakmampuan tubuh menggunakan vitamin dan mineral dengan benar, sensitivitas vaksin.

Anak-anak dengan autisme mungkin memiliki masalah dengan komunikasi, keterampilan sosial, dan bereaksi terhadap dunia di sekitar mereka. Tidak semua perilaku tersebut terdapat di setiap anak. Diagnosis harus dilakukan oleh dokter anak atau profesional lainnya yang berpengalaman dalam bekerja dengan anak-anak autisme. Tanda-tanda dan gejala autisme diuraikan di bawah ini dapat dijadikan pedoman untuk melihat ciri-ciri autis.

Biasanya anak autis, tidak berbicara atau sangat terbatas, kehilangan kata-kata sebelum bisa mengatakan, kesulitan mengekspresikan keinginan dan kebutuhan dasar, kurang dapat membangun kosakata, bermasalah mengikuti arah atau menemukan benda-benda yang bernama, mengulangi apa yang dikatakan (echolalia), bermasalah menjawab pertanyaan, ucapan yang terdengar berbeda karena nada tinggi.

Menurut Gunadi, jika autis diketahui sedini mungkin orang tua bisa membimbing dan mengembangkan hobinya. "Justru kekurangan ini dapat menjadi kelebihan."

Dia menambahkan, anak dengan autis harus mendapat bimbingan yang benar dan bukan dijauhi. “Dengan arahan orang tua yang benar, autis jadi memiliki kelebihan yang tidak dipunyai anak lain,” tutur dr Tri Gunadi.

Sebagai contoh maestro piano Indonesia Ananda Sukarlan, penemu Microsoft memiliki asperger syndrome yakni bagian dari spektur autis. Belum lagi sejulah orang top yakniaktor Hollywood Dan Aykroyd, pianis, komposer Mozart, ahli fisik Isaac Newton dan masih banyak lagi. 

 

Editor : Sulha Handayani