• News

  • Healthy Life

Menguak Seluk Beluk Masuk Angin, Awas Penyakit Lain Mengintai!

Ilustrasi masuk angin.(dok.obatmasukangin)
Ilustrasi masuk angin.(dok.obatmasukangin)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Saat badan terasa lemah, agak hangat, dan kadangkala disertai rasa mual, orang akan men-judge itu gejala masuk angin. Jika ini sudah terjadi, keesokan harinya yang bersangkutan bisa saja terkena flu, diare atau batuk. 

Menurut seorang dokter spesialis penyakit dalam, dr. Andri Sanityoso, SpPD, masuk angin bukanlah penyakit, tapi gejala yang mengarah ke berbagai macam penyakit.  

"Masuk angin adalah bahasa awam yang merupakan suatu keluhan yang dialami oleh pasien yang jika didiagnosis penyakitnya akan menjadi bervariasi. Bisa infeksi saluran pernapasan, influenza, kembung, atau bahkan penyakit sendi.  Secara umum  merupakan indikasi timbulnya influenza," papar dr. Andri.

Banyak orang beranggapan bahwa masuk angin timbul melalui angin yang masuk ke dalam pori-pori kulit terutama ketika suhu lingkungan lebih dingin dari tubuh. Oleh karenanya banyak orang mengantisipasinya menggunakan jaket tebal.

Hal ini tidak dapat dibenarkan sepenuhnya. "Faktor penyebab timbulnya gejala masuk angin adalah karena padatnya aktivitas seseorang sehingga istirahatnya menjadi tidak seimbang. Hal ini yang menyebabkan tubuh menjadi mudah terserang penyakit yang ditandai dengan timbulnya gejala masuk angin," tutur dr. Andri.

Khusus untuk gejala masuk angin yang menyebabkan timbulnya pegal-pegal, kebanyakan masyarakat kita menjadikan kerokan sebagai sarana penyembuhan gejala masuk angin. Padahal kerokan justru memiliki berbagai efek samping.  

“Memang, dengan dikerok tubuh menjadi lebih hangat karena terjadi pelebaran pembuluh darah dan metabolisme meningkat. Namun pembuluh darah yang melebar ini adalah indikasi bahwa kapiler-kapiler darah menjadi pecah,” urai dr. Andri.

Selain itu, seseorang yang dikerok ketika mengalami masuk angin cenderung akan mengalami kecanduan, akibat timbulnya zat endorphin yang bersifat candu dari dalam tubuh sebagai reaksi terhadap rasa nyeri akibat kerokan. 

Karenanya, kata dr. Andri, pengobatan yang terbaik adalah dengan me-massage khusus pada area yang pegal-pegal saja karena pegal-pegal adalah kontraksi dari otot akibat kurangnya istirahat. 

Sedangkan untuk obat-obatannya, dapat digunakan obat analgetik dan vitamin neurotropik, yang disertai dengan olahraga dan istirahat yang cukup.

 

 

 

 

 

 

 

Reporter : Christophorus Aji Saputro
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya