• News

  • Hiburan

Masih Pakai Gaun Pesta, Bella Hadid Ikut Demo Dukung Palestina

Model Bella Hadid
dok.Backgrid
Model Bella Hadid

LONDON, NNC - Model Bella Hadid nekat keluar dari dalam mobilnya dan ikut dalam aksi unjuk rasa menentang kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait status Yerusalem, di London. 

Walau cuaca sedang buruk di Kota London, namun model berusia 21 tahun itu memutuskan untuk menambahkan suaranya dalam aksi unjuk rasa mendukung Palestina saat masih mengenakan gaun cantiknya usai acara Tag Heuer. 

Dikutip laman Metro, Sabtu (9/12/2017), Bella memang sedang berada di Oxford Street untuk mempromosikan merek jam tangan mewah, dengan balutan gaun sutra merah tua dan hiasan berwarna hitam. Selain itu, Bella juga mengenakan mantel bulu putih dekaden. 

Namun, saat pulang kembali ke hotelnya, model yang kembali dekat dengan penyanyi The Weeknd tersebut melihat sebuah demonstrasi di luar kedutaan AS. Melihat aksi demonstrasi tersebut, Bella memutuskan untuk keluar dari dalam mobil dan ikut bergabung di dalam kerumunan. 

Bella terlihat ikut berteriak di tengah gerombolan orang yang membawa poster bertuliskan 'Free Palestine', 'End Israeli Occupation' dan 'Dump Trump', di tengah janji Presiden AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. 

Yerusalem adalah ibu kota Palestina yang diproklamirkan. Protes tersebut merupakan bagian dari 'Day of Rage' atau 'Hari Kemarahan' internasional yang menentang langkah Presiden AS Donald Trump tersebut, yang telah terbukti sangat kontroversial. 

Kendati demikian, tidaklah mengherankan jika Bella Hadid ikut tergabung dalam aksi demonstrasi tersebut. Pasalnya, ayahnya, Mohamed Hadid, adalah orang Amerika Palestina. Ayah Bella adalah orang Palestina dan dia telah berbicara tentang dukungannya untuk negara tersebut. 

Bella memang memprotes pernyataan Trump di luar kedutaan selama beberapa menit sebelum akhirnya kembali ke mobilnya dan menuju hotel tempat dia menginap. 

Sebelum ini, Bella berbicara tentang keputusan Trump untuk memindahkan kedutaan AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, dengan mengatakan bahwa dia 'Stands With Palestine'. 

Dalam sebuah pos Instagram, dia menulis: "Saya telah menunggu untuk memasukkan ini ke dalam kata-kata yang sempurna, tapi saya sadar tidak ada cara sempurna untuk membicarakan sesuatu yang sangat tidak adil. Hari yang sangat menyedihkan. Menghadapi berita tersebut dan melihat rasa sakit orang-orang Palestina membuat saya menangis untuk banyak generasi di Palestina." 

"Melihat kesedihan ayah, sepupu, dan keluarga Palestina, saya yang merasa bahwa nenek moyang kita di Palestina membuat ini semakin sulit untuk ditulis. Yerusalem adalah rumah bagi semua agama. Agar hal ini terjadi, saya merasa, membuat kita mengambil 5 langkah kembali sehingga sulit untuk hidup dalam dunia damai." 

"TREATMENT bagi orang-orang Palestina sangat tidak adil, sepihak dan tidak boleh ditolerir. Saya berdiri dengan Palestina. 'Tidak ada kebencian terhadap siapa pun ... Tidak ada ... Semua agama hidup berdampingan..Sekarang hanya satu manusia .. itu selalu menjadi faktor mencoba untuk membawa kedamaian ... Dimana harapannya ..?"

 

Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya