• News

  • Hiburan

Apa Jadinya Jika Ananda Sukarlan dan Putu Wijaya Berkolaborasi? Cek di Sini

Ananda Sukarlan dan Putu Wijaya berkolaborasi di Soehana Hall, 17 Februari 2019.
Dok: Ananda Sukarlan
Ananda Sukarlan dan Putu Wijaya berkolaborasi di Soehana Hall, 17 Februari 2019.

JAKARTA, NNC - Anugerah Kebudayaan merupakan penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah kepada individu, kelompok, dan/atau lembaga yang berjasa melestarikan dan memajukan bidang bahasa, kesusasteraan, cagar budaya, kesenian, permuseuman, perfilman, sejarah, dan tradisi.

Kegiatan tahunan ini merupakan pemberian penghargaan kepada tokoh, seperti budayawan, seniman (perupa, koreografer dan penari, seniman musik, sastrawan), sejarawan, antropolog, arkeolog, pengamat/kritikus, penggagas, penggiat budaya yang telah berkontribusi secara nyata dalam bidang kebudayaan.

Komponis, pianis Ananda Sukarlan (50) menerimanya pada tahun 2015, sedangkan sastrawan I Gusti Putu Ngurah Wijaya atau lebih dikenal dengan Putu Wijaya (75) menerimanya tahun 2018. Saat Presiden Jokowi menyerahkan penghargaan, pandangan tampak berbeda ketika Jokowi berhadapan dengan sosok Putu Wijaya.

Sastrawan yang telah menulis lebih dari 1000 cerpen dan telah menulis sejak di bangku SMP itu datang menggunakan kursi roda. Jokowi yang memberikan penghargaan secara langsung, tampak berjongkok di hadapan Putu Wijaya. Momen ini sempat menjadi viral, yang menunjukkan kerendahan hati serta  tulusnya penghargaan Jokowi terhadap seniman besar senior ini.

Dua seniman ini saling menghargai karya masing-masing sejak bertahun-tahun, dan Ananda mengejawantahkannya pada tahun 2011, dengan membuat sebuah "pocket opera" (opera saku, istilah asli komponis Inggris Benjamin Britten yang artinya opera dengan pemeran, penataan panggung dan pemusik yang sedikit dan sederhana sehingga mudah untuk mempertunjukannya keliling) cerpen Putu yang sangat cerdas dan jenaka, "Laki-Laki Sejati".

Ananda kemudian membuat satu opera lagi beberapa tahun kemudian, "Mendadak Kaya", dan masih berkeinginan untuk membuat lebih lagi di masa datang. "Saya menikmati banget cerpennya mas Putu. Asik plintirannya, kadang-kadang absurd, dan enak dibaca saat waktu luang, karena tinggal memilih dari kumpulan cerpennya yang selalu saya bawa-bawa dan secara random saya baca waktu menunggu boarding pesawat, atau sebelum tidur", kata Ananda yang pernah juga tercantum dalam "2000 Outstanding Musicians of the 20th Century" terbitan Cambridge tahun 2000 ini.

"Laki-laki Sejati" kini akan dipentaskan lagi di Jakarta, tepatnya di Sohanna Hall, Minggu 17 Februari, dengan dua pertunjukan pukul 1.00 (khusus tiket murah untuk pelajar) dan pukul 16.00. Opera ini adalah sebuah komedi yang berkisah tentang dialog seorang janda dengan anak perempuannya yang baru jatuh cinta, tentang apa itu laki-laki sejati.

Ananda Sukarlan sendiri yang akan memainkan piano serta memimpin pertunjukan ini, dengan 2 soprano Mariska Setiawan ("anak perempuan") dan Evelyn Merrelita ("ibu") dan disutradarai oleh Chendra Panatan.

Dua soprano ini adalah para pemenang kompetisi vokal nasional "Tembang Puitik Ananda Sukarlan".  Mariska sendiri baru saja sukses tampil di Jakarta New Year Concert bersama Ananda Sukarlan Orchestra minggu lalu, dan kini ia ditantang untuk menunjukkan sisi "komedi" dari peran ini. Info lebih lanjut dapat dilihat di akun instagram @anandasukarlan.

Editor : Sulha Handayani