• News

  • Hiburan

Masyrakat Palestina Imbau Penyanyi Madonna Tak Tampil di Israel

Artis penyanyi Madonna diminta tak tampil di Eurovision Song Contest 2019
Marocoworld
Artis penyanyi Madonna diminta tak tampil di Eurovision Song Contest 2019

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kelompok pro-Palestina dan organisasi seperti Palestinian Campaign for the Academic and Cultural Boicott of Israel (PACBI) da Jewish Voice for Peace menyeru penyanyi pop AS Madonna agar membatalkan penampilannya di Eurovision Song Contest 2019 di Israel pada Mei.

PACBI dalam cuitan di Twitter mengirim pesan kepada penyanyi yang berusia 60 tahun tersebut --yang direncanakan tampil dalam kontes menyanyi di Tel Aviv-- untuk menyatakan bahwa penampilannya dan aura bintang akan membantu menutupi pelanggaran Israel terhadap rakyat Palestina.

"Beritahu Madonna bahwa penampilan di Eurovision di Israel berarti ia memberi aura bintangnya untuk menutupi pelanggaran hak asasi manusia yang terus dilakukan Israel dan merusak perjuangan rakyat Palestina bagi kemerdekaan, keadilan dan kesetaraan," kata PACBI di akun Twitter, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Palestina, WAFA --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu, (10/4/2019.

Cuitan PACBI itu disiarkan dengan tagar # MadonnaDontGo.Jewish Voice for Peace juga mencuit, "Tinggal di rumah, Madonna. Berikan suaramu bagi kebebasan." Organisasi tersebut juga menyiarkan pesan buat penyanyi itu di jejaringnya dengan judul "Beritahu Madonna untuk Memilih Kebebasan".

"Tak ada sikap netral dalam situasi yang tidak adil. Tolong dukung kami di pihak yang benar dalam sejarah untuk menciptakan dunia yang lebih baik buat semua dan batalkan penampilanmu di Eurovision. Jika anda percaya pada kesetaraan dan martabat buat semua, anda akan memilih untuk tidak memberi kekuatan bintang anda buat pemerintah sayap-kanan Israel, yang memanfaatkan Eurovision untuk menutupi pelanggaran hak asasi manusia yang terus mereka lakukan. Penampilan anda di Eurovision akan membahayakan perjuangan rakyat Palestina bagi kemerdekaan, keadilan dan kesetaraan," katanya.

Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?