• News

  • Hiburan

Pianis Ananda Sukarlan Syukuran Demokrasi Indonesia dengan Cara Ini

Pianis Ananda Sukarlan syukuran Demokrasi Indonesia dengan gelar konser.
Dok: Ananda
Pianis Ananda Sukarlan syukuran Demokrasi Indonesia dengan gelar konser.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Untuk bersyukur atas keberhasilan demokrasi Indonesia dan mendoakan kemajuan dan kedamaian di tanah air 5 tahun ke depan, Ananda Sukarlan, Worldwide Graphic Designers (WGD) mengadakan acara syukuran berbentuk konser piano.

Selain konser ada juga  pameran poster dan buka puasa dengan tema "Dirgahayu Demokrasi Indonesia", yang berlangsung beberapa waktu lalu di Hotel Raffles, Jakarta.

Acara ini dibuka dengan konser piano Ananda dilanjutkan dengan buka puasa bersama dengan hidangan buffet dari chef yang datang khusus dari Turki bertema Turkish Delight, sekaligus menikmati pameran poster.

Ananda memainkan berbagai variasi dari lagu anak-anak Indonesia Menanam Jagung, Burung Kakatua, juga Rapsodia Nusantara no. 15 dan yang terbaru no. 25.

"Rapsodia no. 15 khusus saya persembahkan bagi para pianis yang hanya berfungsi tangan kirinya." Ujar Ananda, dalam siaran persnya, Jumat (31/5/2019).

Pada saat konser, Rapsodia Nusantara No. 15 yang berdasarkan lagu-lagu daerah lampung tersebut dimainkan hanya dimainkan dengan tangan kirinya. Namun, suara yang dihasilkan sama seperti dibawakan dengan dua tangan.

Selain itu, Ananda memainkan Variations on "Ibu Pertiwi" setelah sebelumnya ia meminta para penonton untuk mendengarkannya sambil mengenang 500-an jiwa yang telah gugur dalam mengawal proses pemilu. "Mereka adalah pahlawan", ujar Ananda singkat.

Sedangkan WGD mengadakan pameran poster hasil kolaborasi dari 22 negara luar negeri dan 22 desainer dari Indonesia yang berisi ucapan selamat atas puncak pesta demokrasi Indonesia. Para desainer ini mewakili suara dunia sehingga presiden yang baru terpilih dapat terus mempertahankan semangat demokrasi dan juga perdamaian dunia dari kepemimpinan mereka yang akan datang.

Worldwide Graphic Designers (WGD) adalah sekelompok desainer grafis terkemuka internasional yang memiliki proyek-proyek desain poster dengan konten sosial.

"WGD dan saya mulai 'berkenalan' karena beberapa bulan yang lalu seorang artis desainer, Julie Putra, membuat poster yang terinspirasi dari karya saya Rapsodia Nusantara yang kemudian dipamerkan di pameran WGD di Seoul, Korea. Julie yang kemudian memperkenalkan saya dengan Irwan Harnoko, founder WGD dan beberapa karya mereka ternyata sangat menginspirasi saya juga. Jadi saling menginspirasi nih ceritanya, jadinya kolaborasinya lanjut bahkan membesar deh", lanjut Ananda.

Para desainer dari 22 negara yang karyanya ditampilkan adalah:

Yee Weng Chiang – Malaysia, Peng Jun – China, Arafat Al-Naim - United Arab Emirates, Muhammad Saleem – Pakistan, Klaus Pitter – Austria, Yusuf Kes – Turkey, Gyula Molnar – Hungary, Francesco Mazzenga – Italy, Byoung Il Sun -  South Korea, Renato Tagli – Switzerland, Hoda Yazdani – Australia, Christopher Scott – Ecuador, Keith Kitz – USA, Kirill Sukhanov – Russia, Dawid Czajkowski – Poland, Bob Van Dijk – Netherland, Luis Yanez – Mexico, Yas Alhatab – Iraq, Anasthasia Kulazhenko – Lithuania, Elham Khobadandeh – Iran, Aggeliki Athanasiadi – Cyprus, Maria Papaefstathiou - Greece.

Sedangkan para desainer yang berkontribusi dari dalam negeri adalah: Gusse, Edo, Hendra Bhakti, James Darmawan, Zein Alitamara, Rina K Maudhy, Rujiyanto, Hari Prast, Leonardo Widya, Wahyudi Pratama, Julie Putra, Eston KM, Surya Mentari, V Michel Sutedja, Elwin Mok, Aditya, Hady Soenarjo, Ronald Gunawan, Sutopo Singgih, Untung Saryanto, Budi Sriherlambang, Rio Waas, Irwan Harnoko (Founder WGD).

Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?