• News

  • Hiburan

Djakarta Teater Platform Datangkan 3 Kelompok Seniman Teater Luar Negeri

Djakarta Teater Platform mendatangkan tiga kelompok seniman teater luar negeri
Netralnews/Martina Rosa
Djakarta Teater Platform mendatangkan tiga kelompok seniman teater luar negeri

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Djakarta Teater Platform (DTP) mendatangkan tiga kelompok seniman teater luar negeri, selain hadirkan seniman lokal. Tiga kelompok tersebut adalah Impermanence Dance Theatre dan Corali Dance Company dari Inggris, serta Sutradara Theatre Company Shelf Yasuhito Yano dari Jepang.

DTP sendiri merupakan program yang diselenggarakan oleh Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) yang bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo)n British Councul dan The Japan Foundation serta Institut Kesenian Jakarta. Kali ini, DPT merupakan penyelenggaraan ke-4 yang akan dilaksanakan sepanjang 8-20 Juli 2019 di Gedung Graha Bakti Budaya - Taman Ismail Marzuki (TIM), dengan tema "Kekuasaan dan Ketakutan".

Kata Plt Ketua Dewan Kesenian Jakarta Danton Sihombing mengatakan, DPT jadi salah satu program DKJ yang dirilis komite teater. Dijelaskan, berbagai program DKJ mengusung komponen advokasi yang mendorong kebijakan publik, terutama menjadi mitra gubernur dalam kebijakan regulasi tentang kesenian. Selain itu, ada pula komponen edukasi dan peningkatan bidang seni, serta terakhir terkait peningkatan peran komunitas.

"Yang menarik dalam acara DPT adalah penggunaan kata platform, dengan kata kunci utama adalah fasilitasi pertukaran dalam konteks sekarang, entah media sosial atau e-commerce untuk pertukarang barang, layanan, percakapan, advokasi dan informasi," kata Danton saat konferensi pers di TIM Jakarta, Senin (8/6/2019).

Dijelaskan pula bahwa platform juga melibatkan partisipan yakni komunitas. Menarik lainnya, tidak ada sentralisasi kuasa dan diadopsikan dalam DPT, sehingga dalam praktiknya tidak mempekerjakan kurator secara tunggal tetapi ada ruang belajar atau laboratorium bersama.

Corali dan Impermanence akan berpartisipasi bersama dalam residensi inklusif bertemakan kesenian disabilitas selama sepekan. Corali telah bekerjasama dengan Impermanence dalam beberapa tahun belakangan untuk membuat proyek lokakarya tentang kesenian disabilitas. Sejak didirikan pada 1989, Corali terkenal sebagai pemimpin dalam penciptaan pertunjukan tari dengan penekanan khusus pada pembelajaran disabilitas.

Sementara itu, Impermanence akan mementaskan “Baal” yang diadopsi dari tulisan Bertolt Brecht (1918). Indonesia akan menjadi panggung pertama di mana karya terbaru kelompok dance teater Inggris tersebut dipentaskan. Dalam pertunjukannya, "Baal" akan diiringi oleh "original soundtrack” yang dikomposisi dan dipertunjukan langsung oleh musisi akustik-elektro Robert Bentall.

Yasuhito Yano akan membedah naskah “Antigone”-nya dalam acara workshop dan lecture bertajuk “Tubuh dan Teks". Yano terkenal karena kepiawaiannya merevisi kembali teks-teks klasik dari seluruh dunia dengan merekonstruksi teks-teks itu secara tekstual. Dalam budaya teater modern Jepang, gaya Yano yang berkonsentrasi pada arah, jarang terjadi karena hampir semua sutradara Jepang juga penulis naskah drama.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya