• News

  • Hukum

Bantah Terlibat Suap Bakamla, Bamsoet: Buktinya Mana, Tanya Fayakhun

Ketua DPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet.
NNC/Dominikus Lewuk
Ketua DPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet.

JAKARTA, NNC - Ketua DPR Bambang Sosetyo menepis isu suap Bakamla masuk munas partai Golkar. Hal itu sebagaimana terungkap dalam persidangan dugaan perkara suap proyek satellite monitoring Bakamla yang menyebut adanya permintaan duit untuk penyelenggaraan Munas Golkar 2016. 

Seperti diketahui, dalam persidangan, Rabu (24/1/2018), Jaksa KPK menampilkan percakapan politikus Golkar Fayakhun Andriadi dengan Managing Director PT Rohde and Schwarz Erwin Arief via WhatsApp. Pria yang akrab disapa Bamsoet ini secara tegas membantah dirinya tak pernah berhubungan dengan Fayakhun soal penyelenggaraan Munas Golkar 2016 itu. 

"Nggak ada. Kita, ... ya, Fayakhun itu kan tidak masuk dalam struktur. Dan masuk kelompoknya Pak Nov kalau nggak salah. Saya kan Akom," kata politisi senior Golkar itu kepada wartawan di Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (25/1/2018). 

"Tanya saja yang bersangkutan. Jangan dikait-kaitin sama Golkar dong, kasihan Golkar. Buktinya mana. Tanya saja ke Fayakun, saya tidak pernah berhubungan dengan Fayakhun terkait dengan Golkar," tepis Bambang. 

Diketahui, dalam percakapan WhatsApp yang ditampilkan jaksa KPK, akun dengan nama Fayakhun Andriadi meminta jatah 300 ribu USD untuk Munas Golkar 2016. Bamsoet meminta permintaan itu tak serta merta dikaitkan dengan Golkar.

"Harus bisa dibuktikan kalau Golkar menerima sumbangan itu dan meminta kepada yang bersangkutan. Kan hanya disebut si X meminta untuk Golkar. Nah kalau gue bilang eh Zeki (sambil mencontohkan nama salah satu awak media-red), minta duit sini duit. Kan gitu. Jadi harus  dilihat dulu relevansinya koneksi," kata mantan Ketua Komisi III DPR itu.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Nazaruli