• News

  • Hukum

Kasus e-KTP, KPK Bakal Dalami Keterlibatan Politisi Demokrat Ini

Juru Bicara KPK Febri Diansyah
Elshinta
Juru Bicara KPK Febri Diansyah

JAKARTA, NNC - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Assegaf disebut-sebut menerima aliran dana suap kasus e-KTP. Hal itu dikatakan terdakwa kasus e-KTP, Irvanto Hendra Pambudi dalam persidangan kasus e-KTP.

Terkait hal itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami keterlibatan politisi asal Partai Demokrat itu. Disebutkan Nurhayati menerima suap sebesar US$100 ribu.

"Tapi nama baru saja tentu belum cukup kalau tidak didukung fakta lain atau bukti-bukti lain itu yang perlu kita telusuri lebih lanjut lagi," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Rabu (23/5/2018).

Febri mengatakan bahwa seseorang yang menjalani proses persidangan memiliki kewajiban untuk menyampaikan hal yang diketahuinya secara benar. Sementara, pihaknya wajib dan berwenang untuk mendalami pernyataan itu dan membandingkannya dengan bukti-bukti pendukung.

"Ya kalau ada pihak yang membantah silahkan saja, bahkan kalau ada bukti bantahan tersebut akan lebih bagus lagi, tapi prinsipnya KPK melihat ini sebagai fakta persidangan," ujar Febri.

Lebih lanjut dirinya menjamin bahwa KPK tak akan terpengaruh dengan bantahan seseorang tanpa adanya bukti yang kuat.

"Ya bantahan itukan disampaikan di ruang publik ya, silahkan saja kan yang bersangkutan mempunyai hak itu, tapi KPK fokus di substansi perkaranya," tuturnya.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli