• News

  • Hukum

Rita Widyasari, Bupati Kukar Divonis 10 Tahun Penjara Terbukti Korupsi

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif Rita Widyasari
beritapatroli
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif Rita Widyasari

JAKARTA, NNC -  Bupati Kutai Kartanegara(Kukar) nonaktif Rita Widyasaridivonis 10 tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan, karena terbukti menerima uang gratifikasi Rp110.720.440.000 terkait perizinan proyek pada dinas Pemkab Kukar sejak menjabat sebagai bupati, dalam kurun Juni 2010 hingga Agustus 2017.

Ketua majelis hakim Sugiyanto membacakan amar putusannya dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2018) menyatakan, Rita dan Khairuddin yang merupakan tangan kanan Rita telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah secara melakukan tindak pidana korupsi.

Sementara Khairudin divonis 8 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan. Peran Khairudin sebagai Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB), juga tim 11 pemenangan Bupati Rita itu, sebagai pihak yang ikut menerima gratifikasi. Khairudin awalnya anggota DPRD Kukar saat Rita Widyasarimencalonkan diri sebagai Bupati Kukar periode 2010-2015

"Penerimaan gratifikasi berhubungan dengan jabatan dan tugas fakta hukum, bertempat di rumahnya di Tenggarong, Hotel Balikpapan, Hotel Tenggarong dan ATM Mandiri Tenggarong dengan total Rp 110.720.440.000," ujar hakim Sugiyanto

Selain hukuman di atas, Rita dan Khairuddin juga mendapat hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik selama 5 tahun.

Hal-hal yang memberatkan Rita dan Khairuddin di antaranya terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi dan statusmya sebagai bupati yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat Kukar dan Indonesia.

Sementara sikapnya yang sopan di persidangan dan belum pernah dihukum, menjadi poin-poin yang meringankan hukuman Rita.

Tuntutan ini lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum KPK yang menuntut Rita dipenjara 15 tahun 6 bulan dengan denda Rp750 juta. Tuntutan ini juga lebih ringan bagi Khairuddin. Jaksa menuntut Khairuddin dituntut 13 tahun penjara dengan denda Rp750 juta.

Editor : Wulandari Saptono