• News

  • Hukum

Polisi Ringkus Mahasiswa yang Nyambi jadi Pengedar Ganja

Polisi ringkus mahasiswa yang nyambi jadi pengedar ganja.
Kriminal
Polisi ringkus mahasiswa yang nyambi jadi pengedar ganja.

JAKARTA, NNC - Polisimeringkus seorang mahasiswa berinisial MI (24), karena memiliki pekerjaan sampingan sebagai pengedar ganja. Selain MI, polisi juga menangkap dua orang pengedar lainnya.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar PolisiIndra Jafar mengatakan, MI ditangkap polisi pada Senin (1/10/2018) kemarin di kawasan Beji, Depok karena mengedarkan narkoba jenis ganja.

Menurutnya, penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat tentang adanya peredaran narkotika di sebuah kampus kawasan Jagakarsa. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata ganja itu diedarkan oleh seorang mahasiswa yang ngekos di kawasan Beji, Depok.

"Dari penangkapan MI yang seorang mahasiswa itu, didapatkan barang bukti berupa ganja 3.060 gram," ujar Indra di Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Kepada polisi, MI mengaku mendapatkan barang haram itu dari penghuni Rutan Cilodong berinisial K. Tidak hanya sampai di situ, polisi pun tetap melakukan pengembangan terhadap MI dan akhirnya membekuk dua orang lainnya yang berinisial AW (36) dengan barang bukti sebanyak 4.470 gram ganja, dan SF (20) dengan barang bukti sebanyak 17.700 gram ganja.

AW dan SF ditangkap di kawasan Bogor. "AW ini mendapatkan barang haram itu dari AG yang kini sudah kami tetapkan sebagai DPO dan tengah kami cari keberadaannya. Sedang SF ini kurirnya AG, SF yang mengirim barang ke AW," tuturnya.

Ganja dengan total 24 kilogram itu, kini telah disita polisi. Sedang para tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 sub. 111 ayat 2 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Para tersangka ini mengaku sudah hampir setahun mengedarkan barang haram tersebut.

Sementara, tersangka MI mengaku mengedarkan ganja hanya di wilayah kampusnya saja di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dia pun hanya menjualnya pada orang-orang yang dikenalnya saja.

"Sudah 8 bulan (mengedarkan ganja), per satu kilogram dapat untung beberapa jutaan lah, tapi hanya dijual di kampus, orangnya itu-itu saja yang beli juga. Biasanya sekali beli bisa 100 gram, cara konsumsi hanya dihisap," tambah Indra.

Reporter : Toar Sandy Purukan
Editor : Sulha Handayani