• News

  • Hukum

Bernyali dan Punya Prestasi, Anas Yusuf Diusulkan Jadi Ketua KPK 2019-2023

Irjen Pol Purn Anas Yusuf
rmol
Irjen Pol Purn Anas Yusuf

JAKARTA, NNC - Nama Irjen Pol Purn Anas Yusuf digadang-gadang menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023. Hal ini mendapat tanggapan dari Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (Jari 98).

Ketua Presidium Jari 98, Willy Prakarsamengatakan, jika KPK dikomandoi Anas Yusuf, maka keberlangsungan pemberantasan korupsi di Indonesia akan jauh lebih baik.

“Prestasi KPK saat ini sudah cukup baik, namun jika pak Anas Yusuf berkenan menakhodai komisi pemberantasan korupsi itu, dengan jaringan interpolnya yang sangat luas, diyakini bakal membuat penjahat krah putih gemetaran,” papar Willy Prakarsakepada wartawan, Rabu (21/11/2018).

Menurut Willy sosok bernyali macan dan memiliki reputasi, pengalaman dan intuisi di bidang penegakan hukum seperti Anas, sangat dibutuhkan untuk memimpin lembaga anti rasuah itu.

“Pertimbangannya adalah reputasi, pengalaman dan intuisi dalam bidang penegakan hukum sudah dimiliki oleh Pak Anas Jusuf sebagai mantan Wakabareskrim Polri dan dua kali jadi Kapolda serta terakhir sebagai Gubernur Akpol sebelum menjadi Tenaga Pengajar di Lemhanas,” ungkapnya.

“Itu pun jika kita semua menginginkan yang jauh lebih baik dan menggigit buat keadilan hukum khususnya dibidang penanganan korupsi,” ujarnya.

Willy menambahkan, Anas juga miliki jaringan dengan kepolisian dari luar negeri. Hal ini, lanjutnya, sangat diperlukan bagi KPK dalam menjalin kerjasama Internasional dengan Instansi terkait di negara lainnya dalam mengejar para koruptor.

Melihat sepak terjang, prestasi dan karakter Anas Yusuf yang humanis, murah senyum serta agamis ini, Willy berkeyakinan pelaku korupsi bakal dibuat tak berkutik dan terpidana akan betul-betul dimiskinkan, jika Anas menjadi Ketua KPK.

“Saya atas nama Jari’ 98 meminta dan berharap kesedian beliau untuk tampil kembali dalam ranah pemberantasan korupsi. Anas Yusuf layak mendapatkan giliran untuk menempati posisi menggantikan Agus Rahardjo,” harap Willy.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono