• News

  • Hukum

Kaji Kasus Ujaran Kebencian, Polres Karawang Libatkan Ahli Bahasa

Kapolres Karawang AKB Nuredy Irwansyah Putra
wartakota
Kapolres Karawang AKB Nuredy Irwansyah Putra

KARAWANG, NNC - Polres Karawang akan mendatangkan ahli bahasa untuk mengkaji bahasa dalam video dugaan ujaran kebencian terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 yang viral di Medsos.

Kapolres Karawang AKB Nuredy Irwansyah Putra mengatakan, pihaknya akan meendatangkan ahli bahasa untuk menindaklanjuti kasus ujaran kebencian yang dilakukan oleh tiga orang ibu-ibu di Karawang.

“Karena memang dalam video ini menggunakan bahasa Sunda, kita akan mendatangkan saksi ahlinya. Untuk menerjemahkan,” kata AKB Nuredy Irwansyah Putra, Rabu (27/2/2019).

Nuredy Irwansyah Putra menyebutkan selain mendatangkan saksi ahli bahasa Sunda, pihak kepolisian juga akan mendatangkan tim ahli pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Selain mendatangkan ahli bahasa juga akan didatangkan ahli pidana dan lainnya. Karena kita menggunakan undang-undang ITE akan mendatangkan ahli ITE,” ujarnya.

Terkait adanya aktor intelektual dalam kasus itu, pihak kepolisian mengaku masih mendalami hal tersebut.

“Polisi masih melakukan tahap penyidikan,” ujarnya.

AKB Nuredy Irwansyah Putra menegaskan, atas kasus ujaran kebencian tersebut tiga pelaku terancam hukuman 10 tahun penjara.

“Pasti ada pendampingan hukum karena ancaman 10 tahun. Jika tidak mampu, maka penyidik wajib menyediakan kuasa hukum,” terangnya.

Mereka akan dijerat dengan pasal alternatif yaitu Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 a ayat 2, Pasal 14 atau Pasal 15 UU Informasi dan Transaksi Elektronik.

Reporter : Sesmawati
Editor : Wulandari Saptono