• News

  • Hukum

Terkait Tulisan ‘Pembantaian Pemilu‘, Polri Akan Periksa dr Ani Hasibuan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono
Netralnews/Sesma
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono

JAKATRA, NETRALNEWS.COM -- Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan bahwa Polda Metro Jaya meminta kehadiran Dokter Ani Hasibuan untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada Jumat (17/5/2019). dr Ani Hasibuan rencananya akan diperiksa terkait kasus dugaan penyebaran informasi yang menimbulkan rasa kebencian.

"Ya, benar," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Argo mengkonfirmasi surat pemanggilan untuk Robiah Khairani Hasibuan atau dr Ani Hasibuan. Surat panggilan itu bernomor S.Pgl/1158/V/RES.2.5./2019/Dit Reskrimsus.

Argo menambahkan, bahwa dr Ani Hasibuan dipanggil karena berita yang memuat pernyataan terkait gugurnya anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Disebutkan dalam surat panggilan untuk Ani Hasibuan, konten yang terdapat di portal berita dengan headline tamshnews.com pada 12 Mei 2019 menjadi latar belakang pemanggilan Ani Hasibuan.

Selain itu, Argo juga menunjukkan potret tulisan 12 Mei 2019 bertulisan 'The Reality News Leading, Media NKRI'. Di potret tulisan berformat surat kabar itu, ada tulisan yang memuat foto Ani Hasibuan.

'dr Ani Hasibuan SpS: Pembantaian Pemilu, Gugurnya 573 KPPS Ditemukan Senyawa Kimia Pemusnah Massal', demikian judul tulisan di The Reality News Leading, Media NKRI, sebagaimana yang ditunjukkan Argo.

"Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 35 jo Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 ayat (1) jo Pasal 56 KUHP yang terjadi tanggal 12 Mei 2019 di Jakarta," tulis bunyi surat panggilan yang diteken penyidik Polda Metro Jaya pada 15 Mei 2019.

Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya

Apa Reaksi Anda?