• News

  • Hukum

Amnesty International Desak Polisi Segera Ungkap Pelaku Penembakan di Kerusuhan 22 Mei

Kelompok massa yang menggelar aksi di sekitar gedung Bawaslu beberapa waktu lalu.
NNC/Adiel Manafe
Kelompok massa yang menggelar aksi di sekitar gedung Bawaslu beberapa waktu lalu.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Amnesty International Indonesia menyatakan bahwa kepolisian hingga saat ini belum gamblang menjelaskan kepada publik soal korban jiwa serta pelaku penembakan yang mengakibatkan tewasnya sejumlah warga saat kerusuhan di Aksi 22 Mei.

Menurut Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, polisi memang telah menyampaikan soal korban kerusuhan itu dalam konferensi pers, namun tidak menyeluruh dan gagal mengungkap fakta penting mengenai korban tewas.

"Ini menyakitkan bagi keluarga korban yang hari ini berharap polisi mengumumkan ke publik siapa yang melakukan penembakan kepada korban," jelasnya.

Alih-alih menunjukkan perkembangan penyidikan tentang penyebab korban tewas dan pelaku yang harus bertanggungjawab, narasi yang disampaikan polisi hanya soal rencana pembunuhan dalam kerusuhan Aksi 22 Mei.

Oleh sebab itu, sejumlah keluarga korban yang ditemui Amnesty International Indonesia disebutnya kecewa tidak ada pengungkapan pelaku pembunuhan untuk kemudian dibawa ke pengadilan.

"Seharusnya polisi mengungkapkan bukti-bukti yang memadai tentang penyebab kematian mereka terlebih dulu, lalu mengumumkan siapa-siapa yang patut diduga sebagai pelaku penembakan terhadap mereka," imbuhnya.

Hal lain yang luput dari penjelasan kepolisian, menurut dia, adalah akuntabilitas penggunaan kekuatan berlebihan oleh sejumlah aparat kepolisian dalam aksi tersebut, salah satunya adalah dugaan penyiksaan yang terjadi di Kampung Bali,Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Meski diakuinya kepolisian berada dalam kondisi yang tidak mudah ketika menjadi target penyerangan oleh sekelompok massa hingga banyak petugas kepolisian yang terluka, dugaan penggunaan kekuatan yang berlebihan tetap harus dijelaskan ke masyarakat.

"Anggota Brimob yang melakukan pemukulan dan penganiayaan di Kampung Bali harus diproses hukum secara adil. Komandan Brimob juga perlu dimintai pertanggungjawaban terkait tindakan yang dilakukan oleh anak buahnya," kata Usman, seperti dilansir Antara.

Editor : Irawan.H.P

Apa Reaksi Anda?