• News

  • Hukum

Bareskrim Bekuk YY, Pelaku Pengancam Jokowi Melalui Grup WA

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo
Istimewa
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seorang pria berinisial YY (29) ditangkap petugas Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri lantaran diduga melakukan tindak pidana dengan mengancam Presiden Joko Widodo. 

Tersangka ditangkap pada Selasa, 11 Juni 2019 di Tapos, Depok, Jawa Barat. Selain mengancam presiden Jokowi melalui pesan di grup Whatsapp (WA), tersangka juga mengancam akan meledakkan Asrama Brimob Polri Kelapa Dua.

"Telah ditangkap YY, tersangka yang melakukan pengancaman melalui pesan WhatsApp," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, melalui pesan singkat di Jakarta, Rabu (12/6/2019) malam.

Dedi mengatakan tersangka YY ditangkap setelah polisi mendapatkan informasi bahwa tersangka mengirimkan pesan dalam sebuah grup WhatsApp yang bernama "Silaturahmi" pada 9 Juni 2019 yang berisi "tgl 29 jokowi harus MATI".

Selain itu YY juga menuliskan "Tunggu di berita akan ada ledakan dalam waktu dekat ini di asrama brimob kelapa dua sebelum tgl 29".

Grup WhatsApp "Silaturahmi" merupakan komunitas pendukung salah satu pasangan calon presiden dalam Pemilu 2019 yang beranggotakan 192 orang dan tersangka YY merupakan salah satu admin grup tersebut.

Kepada penyidik, tersangka YY mengaku termotivasi untuk menuliskan kalimat tersebut karena ingin mencari nama, pamor, dan ingin dikenal sebagai pendukung militan dari salah satu paslon capres 2019.

Dari tangan tersangka, polisi menyita satu unit HP merk Oppo A57 warna hitam, dan satu unit kartu SIM yang digunakan oleh tersangka.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 29 Jo Pasal 45 B UU Nomor 19 tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan/atau denda paling bayak 750.000.000 dan atau Pasal 6 atau pasal 12 A atau Pasal 14 UU Nomor 5 tahun 2018 Tentang Perubahan atas UU Nomor 15 tahun 2003 Tentang Penetapan Perpu Nomor 1 tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi UU dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun penjara. 

Reporter : Sesmawati
Editor : Nazaruli