• News

  • Hukum

Sindir 02, Yusril: Belum Pernah Dengar Nama Jaswar dalam Khazanah Dunia Pemilu

Ketua Tim Hukum Jokowi-Ma`ruf, Yusril Ihza Mahendra.
Kabar24
Ketua Tim Hukum Jokowi-Ma`ruf, Yusril Ihza Mahendra.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tim hukum capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menghadirkan Ahli Biometric Software Development, Jaswar Koto sebagai saksi ahli dalam sidang ketiga sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (20/6/2019) dini hari.

Menanggapi saksi ahli dari tim hukum Prabowo-Sandi, ketua tim hukum capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra mengatakan, pihaknya baru mendengar nama Jaswar Koto sebagai ahli.

"Ahli yang dihadirkan itu sangat luar biasa, Pak Jaswar Koto. Kita sendiri gak pernah tau beliau ini ahli, gak pernah dengar namanya. Biasanya kalau orang itu kalau ahli ya kita denger-dengerlah ada namanya sedikit, gak sama sekali. Katanya tinggal di Jepang, gak pernah kerja di Indonesia, kok ujuk-ujuk datang ke disini," kata Yusril di gedung MK, Kamis (20/6/2019).

"Beliau saya belum pernah dengar sebagai ahli IT yang kredibel. Kita taulah di Indonesia ini misalnya siapa ahli IT yang punya kredibilitas, siapa yang ahli hukum yang dikenal, siapa ahli politik, adalah sedikit banyak namanya. Tapi saya belum pernah dengar nama Jaswar Koto ini dalam khazanah dunia persilatan Pemilu ini belum pernah dengar ahli ini," ucap dia.

Yusril juga menyinggung soal keterangan Jaswar dalam persidangan di MK. "Dan ketika ditanya apakah anda memang paham sistem IT Pemilu, dia bilang dia gak ngerti, dia ahli IT saja. Ini yang luar biasa kuasa hukumnya Pak Prabowo- Sandi," sindir pakar hukum tata negara itu.

Sebagai informasi, Jaswar Koto adalah saksi ahli yang memiliki latar belakang doktor dengan jurusan Aerospace and Ocean Engineering, School of Engineering, dari Osaka Prefecture University, Jepang (2004). Dia pun tercatat sebagai Head & Academic Fellow of High Performance Computing (HPC), CICT, Universiti Teknologi Malaysia.

Sebelumnya, dalam keterangannya di sidang MK, Jaswar menyebut ada 27 juta pemilih siluman atau ghost voters dalam Pemilu 2019. Angka tersebut didapat setelah dia merunutkan temuan- temuannya dan dipertegas oleh ketua tim hukum 02, Bambang Widjojanto (BW).

Jaswar menjelaskan, awalnya dia menemukan 22 juta ghost voters setelah menganalisa 89 juta populasi pemilih.

Ghost voters ini dia identifikasi jumlah NIK ganda, pemilih di bawah umur, dan juga kode kecamatan ganda.

Namun, angka ghost voters bertambah setelah Jaswar menganalisa lebih banyak populasi. "Sekarang yang 27 juta itu dari 110 juta populasi yang kami analisa," ungkap Jaswar dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di MK, Kamis (20/6/2019) dini hari.

Selain itu, Jaswar Koto juga menyebut telah terjadi kesalahan pemasukan data dalam Situng KPU. Kesalahan tersebut, menurutnya, telah menguntungkan paslon Jokowi-Ma'ruf. "Tim kami menemukan pola kesalahan, pemasukan data, menggelembungkan suara 01 dan pengurangan untuk 02," ucap dia.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani