• News

  • Hukum

Yakin Gugatan Dikabulkan MK, Kubu Prabowo: Paling Sial Pemungutan Suara Ulang

Andre Rosiade, Jubir BPN Prabowo-Sandi.
NNC/Adiel Manafe
Andre Rosiade, Jubir BPN Prabowo-Sandi.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade mengatakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak mampu menjawab soal Daftar Pemilih Tetap (DPT) siluman saat sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu.

"Bahkan KPU sampai penghabisan tidak berhasil menghadirkan barang bukti C7 (daftar hadir). Ini membuktikan memang KPU tidak mampu menjawab soal DPT siluman," kata Andre dalam diskusi bertajuk 'Nalar Konstitusi Progresif Vs Nalar Kalkulator' di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2019).

Menurut Andre, menghadirkan C7 saat sidang di MK dianggap penting, karena dari sana bisa dicocokkan apakah DPT siluman itu benar-benar digunakan.

"Sehingga kita bisa mencocokkan apa betul DPT siluman ini dipergunakan. tapi KPU sampai sidang berakhir tidak mau menyerahkan C7 itu sebagai alat bukti ke Mahkamah Konstitusi," ungkap Andre.

Untuk itu, politisi Partai Gerindra ini optimis, MK akan mengabulkan gugatan tim kuasa hukum Prabowo-Sandi. Minimal, lanjut Andre, MK akan merekomendasikan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Diketahui, selain meminta PSU, tim hukum Prabowo-Sandi dalam permohonan gugatannya, juga meminta MK mendiskualifikasi capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

"Kami sangat optimis bahwa Insya Allah tanggal 27 nanti paling sial mudah-mudahan akan ada PSU. Walaupun Pak Prabowo dan Bang Sandi tidak langsung ditetapkan menjadi presiden 2019-2024," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P