• News

  • Hukum

Ini Klimaks Persidangan di MK yang Buat Tim Hukum Jokowi Yakin Menang

Anggota tim pengacara TKN, Taufik Basari.
Netralnews/Adiel
Anggota tim pengacara TKN, Taufik Basari.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tim hukum capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin optimis hakim  Mahkamah Konstitusi (MK) akan  menolak permohonan gugatan tim hukum paslon 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Uno selalu pemohon dalam sidang sengketa Pilpres 2019.

"Sejak awal persidangan sudah cukup optimis ya dengan membaca permohonan pemohon. Termasuk dengan adanya dalil baru (tim hukum Prabowo-Sandi) pada tanggal 10 Juni," kata anggota tim hukum Jokowi-Ma'ruf, Taufik Basari kepada netralnews.com di Gedung MK, Jakarta, Kamis (27/6/2019) pagi.

Puncaknya, disebut Basari, saksi 'wow' yang digadang-gadangkan tim hukum Prabowo-Sandi, ternyata pada sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dan ahli pemohon pada Rabu (19/6) hingga Kamis (20/6) pagi, tidak ada satupun saksi maupun ahli yang memberikan keterangan 'wow.'

"Dan sebenarnya klimaks dari proses persidangan ini ada di Kamis yang sidang sampai pagi itu. Karena apa? Karena yang katanya pemohon akan hadirkan saksi-saksi wow, ternyata wownya segitu-gitu saja," paparnya.

"Demikian pula ahli yang dihadirkan pemohon malah meruntuhkan dalil argumentasi kuantitatif yang ada di permohonan pemohon itu sendiri," sambung Basari.

Karenanya, lanjut Basari, setelah pemeriksaan saksi dan ahli dari pemohon, pihaknya semakin yakin bahwa tim hukum Prabowo-Sandi tidak mampu membuktikan dalil yang diajukan, terutama soal tudingan adanya kecurangan terstruktur, sistematis dan massif (TSM) di Pilpres 2019.

"Sehingga setelah pemeriksaan saksi dan keterangan ahli dari pemohon itu, kita merasa sudah selesai nih sidangnya," jelas Basari.

"Oleh karena itu dari pihak terkait pun kita tidak menghadirkan banyak saksi. Kita hanya hadirkan 2 saksi dan 2 ahli yang menurut kita sudah cukup. Jadi kita sangat optimislah dengan proses persidangan ini," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani