• News

  • Hukum

MA: Kasus Pemukulan Hakim PN Jakpus Coreng Proses Peradilan

Jumpa pers di Media Center Mahkamah Agung (MA).
Netralnews/Wahyu Praditya
Jumpa pers di Media Center Mahkamah Agung (MA).

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Insiden pemukulan Hakim PN Jakpus berinisial HS oleh D, selaku kuasa hukum Tomy Winata (TW) di ruang pengadilan PN Jakarta Pusat, Kamis (19/7/2019) kemarin, langsung ditanggapi Mahkamah Agung (MA).

Melalui Juru bicaranya, Andi Samsan Nganro menyatakan keberatan MA atas kasus tersebut. Menurut Andi insiden pemukulan tersebut telah mencoreng proses peradilan.

"Mahkamah Agung menyesalkan dan sangat berkekeberatan atas peristiwa di PN Jakarta Pusat, apalagi penyerangan dan pemukulan itu dilakukan oleh pengacara dalam persidangan di saat hakim sedang atau usai membacakan putusan dalam perkara perdata," kata Andi saat jumpa pers di Gedung MA, Jumat (19/7/2019).

Dirinya pun mendorong kasus tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. Terlebih kasus pemukulan tersebut, kata dia, sudah merupakan tindak pidana, dengan melakukan penyerangan.

"Oleh karena itu, tidak ada pilihan lain Ketua PN Jakarta Pusat harus bersikap melaporkan peristiwa tersebut ke polisi. Ini penghinaan terhadap lembaga peradilan," ujarnya.

Ditegaskannya, Mahkamah Agung sebagai lembaga peradilan tertinggi membawahi lembaga peradilan dibawahnya, turut bertanggung jawab dan bersikap atas kasus tersebut.

Sebelumnya, Hakim PN Jakpus berinisial HS dipukul oleh kuasa hukum Tomy Winata (TW), berinisial D saat membacakan putusan menangani perkara Perdata Nomor 223/pdtg/2018/pn Jakarta Pusat, antara TW selaku penggugat PT PWG selaku tergugat di ruangan Subekti PN Jakarta Pusat.

Kepala Bagian Humas PN Jakarta Pusat, Makmur menjelaskan kejadian tersebut berawal ketika Hakim HS sedang membacakan putusan yang mana pada bagian pertimbangannya yang sudah mengarah uraian pada petitum gugatan ditolak.

Tiba-tiba D berdiri dan menarik ikat pinggang dan langsung menyerang hakim yang sedang membacakan putusan, lalu terkena bagian jidat dan juga sempat mengenai hakim anggota satunya berinisial DB.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli