• News

  • Hukum

Budi Santoso Kembali Ditetapkan sebagai Tersangka Lagi

Bos Batavia Land Budi Santoso.
Polisi Watch
Bos Batavia Land Budi Santoso.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya kalah menghadapi gugatan praperadilan yang telah dilayangkan Direktur Utama Batavia Land Budi Santoso di Pengadilan.

Terkait hal itu Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Argo Yuwono mengatakan bahwa pihaknya kembali akan menetapkan Budi Santoso sebagai tersangka lagi.

"Kami akan mempelajari hasil putusan gugatan praperadilan itu terlebih dahulu, sebelum menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru untuk Budi Santoso," kata Argo di Jakata, Selasa (23/7/2019).

Lebih lanjut Argo menyebutkan penyidik juga membutuhkan dua alat bukti lainnya agar Budi Santoso bisa kembali dijerat tersangka.
 
“Tentu akan kita pelajari dulu putusannya ya, kita lihat bagaimana hasil putusan itu. Tidak menutup kemungkinan mentetapkan sebagai tersangka lagi selama ada alat bukti lain,” tuturnya.

Sementara itu, pihak pelapor Devi Taurisa menilai putusan hakim yang telah mengabulkan gugatan praperadilan Budi Santoso tidak netral. Pasalnya, saksi yang dihadirkan ke pengadilan pada saat gugatan praperadilan tersebut hanya saksi yang meringankan Budi Santoso.

“Hakim juga masuk ke dalam pokok perkara yang seharusnya bukan merupakan ranah praperadilan. Kemudian pertimbangan hakim juga hanya dari pihak pemohon dan mengabaikan fakta serta bukti dari termohon,” katanya.

Selain itu, hakim juga menilai bahwa kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan tanda tangan yang diduga melibatkan Budi Santoso itu tidak terdapat kerugian materiel.

Padahal menurut Devi, perkara itu muncul karena ada surat kuasa yang dipalsukan Budi Santoso dengan menjaminkan Hotel MaxOne, agar pelaku mendapatkan fasilitas kredit dari Bank QNB untuk kepentingan perusahaan pribadi Budi Santoso.

“Fasilitas kredit dari Bank QNB itu digunakan dia [Budi Santoso] untuk 6 perusahaannya dengan cara menjaminkan Hotel MaxOne. Kemudian, dia gagal bayar dan dia melakukan Aset Yang Diambil Alih (AYDA). Semua itu di luar pengetahuan saya,” ujarnya.

   
Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani