• News

  • Hukum

Ustaz Abdul Somad Dipolisikan, TPUA Balik Laporkan Pdt Markus

Ustaz Abdul Somad
dok.Istimewa
Ustaz Abdul Somad

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) akan melaporkan seorang pendeta bernama Markus ke Bareskrim Mabes Polri pada Selasa (20/8/2019) sekitar Pukul 13.00 WIB siang ini.

Berdasarkan undangan peliputan yang diterima wartawan dari Wakil Ketua TPUA Habib Novel Bamukmin, TPUA bakal melaporkan Pdt Markus berkaitan dengan dipolisikannya Ustaz Abdul Somad (UAS) karena diduga menghina simbol agama yakni salib.

Dalam undangan tersebut dituliskan bahwa Pdt Markus diduga melakukan ujaran kebencian/SARA pencemaran nama baik, penistaan agama, dan penyebaran berita bohong sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310 KUHP, 311 KUHP, 156 KUHP, Pasal 14 & 15 UU No. 1 Tahun 1956.

Meski demikian, TPUA belum menjelaskan secara rinci apa yang dilakukan oleh Pdt Markus hingga harus dipolisikan.

"Sehubungan Dengan Laporan Polisi Terhadap Ustad Abdul Somad dan Dugaan Penistaan Agama yang diduga dilakukan oleh Pdt. Markus, maka dari itu Besok Tim Pembela Ulama & Aktivis (TPUA) bersama Aliansi Anak Bangsa (AAB) dan Dewan Persaudaraan Relawan Rakyat Indonesia (DPR RI) akan membuat Laporan Polisi Balik di Mabes Polri dalam dugaan Ujaran Kebencian/Sara, Pencemaran Nama Baik, Penistaan Agama dan penyebaran berita bohong sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310 KUHP, 311 KUHP, 156 KUHP, Pasal 14 & 15 UU No. 1 Tahun 1956," demikian undangan peliputan TPUA yang diterima wartawan, Senin (20/8/2019).

Sebelumnya, ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) soal salib dan patung yang videonya viral di media sosial menjadi polemik. Karena ceramahnya itu, ia dipolisikan sejumlah pihak lantaran diduga menghina simbol agama Kristen dan Katolik.

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) melaporkan UAS ke Bareskrim Mabes Polri pada Senin (19/8/2019) kemarin. Laporan terhadap UAS terdaftar dengan nomor : LP/B/0725/VIII/2019/BARESKRIM. UAS dilaporkan telah melanggar Pasal 156 KUHP tentang penistaan agama.

Di waktu yang bersamaan, dosen salah satu universitas swasta di Jakarta, Manotar Tampubolon, juga melaporkan UAS terkait hal yang sama. Laporannya diterima oleh Bareskrim dan teregistrasi dengan nomor LP/B/0724/VIII/2019/BARESKRIM.

Berbeda dengan GMKI, Manotar melaporkan UAS dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2018 tentang ITE Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2.

UAS juga dipolisikan oleh Presidium Rakyat Menggugat (PRM) ke Bareskrim Mabes Polri pada Senin (19/8/2019). Adapun laporan tersebut tertera dalam nomor LP/B/0727/VIII/2019/BARESKRIM.

Lalu ada juga laporan dari perkumpulan masyarakat batak, Horas Bangso Batak (HBB) di Polda Metro Jaya. Dengan nomor laporan polisi LP/5087/VIII/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus tanggal 19 Agustus 2019.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya