• News

  • Hukum

Minta Pegawai KPK Mundur, Ferdinand: Mereka Pikir Dirinya Paling Suci

Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.
Merdeka
Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengingatkan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) untuk tidak bermain politik.

Lewat akun Twitter-nya, Ferdinand menyebut, jika ada pegawai KPK ikut berpolitik, sebaiknya segera mengundurkan diri dari lembaga antirasuah itu.

Hal tersebut disampaikan Ferdinand setelah pimpinan KPK Agus Rahardjo cs menyerahkan mandat pengelolaan KPK ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) lantaran merasa dikepung dari berbagai sisi terkait revisi Undang-undang KPK.

"Woi kalian pegawai @ KPK_RI , jangan berpolitik kalian. Kalau tak suka, mundur saja sekarang," tulis @FerdinandHaean2, Sabtu (14/9/2019).

Seruan itu disampaikan Ferdinand, karena ia menilai selama ini KPK merasa paling baik di negeri ini hingga berhak menghukum orang lain dengan opini meski belum tentu bersalah.

"Mereka pikir dirinya paling bersih, paling suci, paling tak korup, paling jujur dalam penindakan hukum. Mereka merasa berhak menghukum orang lain dengan opini meski belum tentu bersalah," cuit @FerdinandHaean2.

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, saat ini KPK sedang dalam posisi dikepung dari berbagai sisi. Kondisi KPK disebutnya sangat memprihatinkan, terutama terkait revisi Undang-Undang nomor 30 tahun 2002 tentang KPK.

Hal tersebut disampaikan Agus dalam konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/9/2019). Ia didampingi dua komisioner KPK Laode M Syarif dan Saut Situmorang.

"Kita sangat prihatin, kondisi pemberantasan korupsi semakin mencemaskan. KPK rasanya seperti dikepung dari berbagai macam sisi," kata Agus.

Atas kondisi itu, Agus mewakili pimpinan KPK menyerahkan tanggung jawab pemberantasan korupsi di KPK kepada Presiden Jokowi.

"Oleh karena itu, setelah kami mempertimbangkan sebaik-baiknya, yang keadaannya semakin genting ini, maka kami pimpinan yang merupakan penanggung jawab tertinggi di KPK, dengan berat hati pada hari ini Jumat 13 September, kami menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Bapak Presiden RI," ujar Agus.

Setelah menyatakan menyerahkan tanggung jawab, Agus mengatakan jika pimpinan KPK akan menunggu tanggapan Presiden apakah mereka masih dipercaya memimpin KPK hingga akhir Desember atau tidak.

"Kami menunggu perintah, apakah kemudian kami masih dipercaya sampai bulan Desember. Kami menunggu perintah itu. Mudah-mudahan kami diajak Bapak Presiden untuk menjelaskan kegelisahan seluruh pegawai kami. Jadi demikian yang kami sampaikan semoga bapak Presiden segera mengambil langkah penyelamatan," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Widita Fembrian