• News

  • Hukum

KNPI Sebut Novel Diduga Amankan Bisnis Pengusaha Migas

Penyidika KPK, Novel Baswedan.
Istimewa
Penyidika KPK, Novel Baswedan.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Setelah sebelumnya Prodem berkomentar terkait dengan adanya dugaan permainan salah satu penyidik KPK Novel Baswesan melindungi salah satu pengusaha Riza Khalid. KNPI pun ikut berkomentar.

Ketua DPP KNPI, Choir Sarifudin menduga kerasnya perlawanan Novel ada maksud tersembunyi. "Saya melihat revisi UU KPK menjadi ancaman bagi Novel karena pekerjaan dan zona nyaman dia akan terganggu,” kata  Choir Sarifudin dalam keterangan persnya, Senin (16/9/2019).

Choir Sarifudin mengaku dirinya mendapat informasi dari sumber diinternal KPK bahwa Novel yang diduga kuat tengah menjalankan misi untuk “mengamankan” sesorang yang diketahui berinisal AH, ia merupakan pebisnis yang mengelola semua usaha milik Riza Khalid, mafia migas yang dulu mengelola Petral

Dari informasi tersebut, kata Choir Sarifudin, pengusaha tersebut juga memiliki usaha menyelundupkan mobil mewah, salah satu konsumennya waktu itu ialah Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan keponakan Ratu Atut yang kini sudah jadi tersangka KPK

"Puluhan mobil mewah milik Wawan disita KPK namun beberapa raib karena pengusaha tersebut minta bantuan Novel untuk ambil mobil-mobil tersebut, sudah diaudit BPK, namun BPK diancam untuk jangan ekpose," bebernya. 

Itulah kenapa, salah satu Capim KPK I Nyoman Wara yang merupakan auditor BPK tak bisa lolos dalam pemilihan Capim KPK di DPR lantaran Nyoman jika terpilih memiliki program bakal melakukan audit internal terkait status barang sitaan. 

“Adakah diantara kita yang memperhatikan pengelolaan aset sitaan KPK yang berupa aset tidak bergerak dan aset bergerak tentunya setalah belasan tahun beroperasinya KPK sudah banyak aset sitaan yang dikelola KPK dan menjadi pertanyaan bagaimana proses pengelolaan itu,” tanyanya.

Choir Sarifudin menambahkan, menjadi relevan, kisruh penyerahan mandat pengelolaan KPK kepada Presiden hanya untuk menutupi persoalan lain dengan segala festivalisasi yang dilakukan oleh Wadah Pegawai KPK

 

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Widita Fembrian