• News

  • Hukum

Terkait Kasus Samin Tan, KPK Panggil Melchias Marcus Mekeng

Melchias Markus Mekeng
dok.Istimewa
Melchias Markus Mekeng

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil anggota DPR Melchias Marcus Mekeng.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Melchias Markus Mekeng akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Samin Tan.

Politisi Golkar itu dipanggil terkait dengan kasus dugaan suap terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) di Kementerian ESDM.

"Yang bersangkutan dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi untuk Samin Tan (SMT)," kata Febri di Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Ini merupakan pemanggilan ketiga terhadap Mekeng.

Pada pemanggilan sebelumnya Makeng disebut tengah berada di Swiss terkait kunjungan kerja DPR. Padahal, di sisi lain, Mekeng telah dicegah atau dilarang bepergian ke luar negeri terhitung sejak Selasa (10/9/2019).

Kemudian pada panggilan kedua Senin (16/9/2019) Makeng juga tidak hadir.

Dalam perkara ini, Samin Tan memberi suap kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih sebesar Rp 5 miliar terkait pengurusan terminasi kontrak tersebut.

Konstruksi perkara diawali pada Oktober 2017 Kementerian ESDM melakukan terminasi atas Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara PT AKT.

Sebelumnya diduga PT BLEM milik Samin Tan telah mengakusisi PT AKT.

Untuk menyelesaikan persoalan terminasi perjanjian karya tersebut, Samin Tan diduga meminta bantuan sejumlah pihak, termasuk anggota Komisi VII DPR dari fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih terkait permasalahan pemutusan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) Generasi 3 di Kalimantan Tengah antara PT AKT dengan Kementerian ESDM.

Eni Maulani Saragih sebagai anggota DPR di Komisi Energi menyanggupi permintaan bantuan Samin Tan dan berupaya mempengaruhi pihak Kementerian ESDM termasuk menggunakan forum Rapat Dengar Pendapat dengan Kementerian ESDM dimana posisi Eni adalah anggota panitia kerja (panja) Minerba Komisi VII DPR.

Dalam proses penyelesaian tersebut, Eni diduga meminta sejumlah uang kepada Samin Tan untuk keperluan pilkada suami di Kabupaten Temanggung.

Pada Juni 2018 diduga telah terjadi pemberian uang dari tersangka Samin Tan melalui staf dan tenaga ahli Eni di DPR sebanyak dua kali yaitu pada 1 Juni 2018 sebanyak Rp4 miliar dan pada 22 Juni 2018 sebanyak Rp1 miliar.

Reporter : Sesmawati
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya