• News

  • Hukum

Bareskrim Sita Enam Petak Tanah Milik Alex Usman

Alex Usman (liputan6.com)
Alex Usman (liputan6.com)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Bareskrim Polri menyita enam petak tanah milik terpidana Alex Usman yang berlokasi di Meruya Selatan, Jakarta Barat, terkait pengusutan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam pengadaan "Uninterruptible Power Supply" (UPS) pada APBD-P DKI Jakarta 2014.

"Lokasi yang disita enam petak lahan dengan masing-masing petak seluas 120 meter persegi. Alamatnya di Jalan Haji Saaba, Meruya Selatan, RT 009, RW 003, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat," kata Kepala Subdit V Tindak Pidana Korupsi Kombes Pol Indarto, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (4/10/2016).

Menurutnya, penyitaan dilakukan dua penyidik Bareskrim bersama Kanit Patroli Sabhara Polsek Kembangan dan staf Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Barat.

"Pengukuran (lahan) dilakukan pihak BPN Jakbar untuk menentukan batas. Lalu diberi police line sebagai patok tanda penyitaan," katanya.

Kasus TPPU tersebut merupakan hasil pengembangan penyidikan kasus korupsi pengadaan "Uninterruptible Power Supply" (UPS) pada APBD-P DKI Jakarta 2014.

Baru Alex Usman yang menjadi tersangka dalam kasus TPPU UPS. "Baru Alex (tersangka). Ini masih lidik (penyelidikan), tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lagi," ujarnya.

Sementara dalam penyidikan kasus korupsi UPS, kepolisian telah menetapkan lima orang tersangka yakni dua anggota DPRD DKI Fahmi Zulfikar dan M. Firmansyah diduga melakukan korupsi saat berada di Komisi E DPRD DKI Jakarta. Fahmi adalah anggota Komisi E, sedangkan Firmansyah Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta.

Sementara dari pihak perusahaan rekanan, yakni bos PT Offistarindo Adhiprima Harry Lo ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara dua tersangka lainnya dua pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yakni Alex Usman dan Zaenal Soleman.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor sudah menjatuhkan vonis kepada Alex Usman enam tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider enam bulan.

Sementara tersangka Zaenal masih dalam proses persidangan. Adapun Fahmi Zulfikar, M. Firmansyah dan Harry Lo masih menunggu jadwal persidangan.

Editor : Sesmawati
Sumber : Antara