• News

  • Internasional

NASA Perpanjang Operasi Pesawat Luar Angkasa Juno

Pesawat Juno.
Spasikamu
Pesawat Juno.

PASADENA, NNC - National Aeronautics and Space Administration ( NASA), lembaga pemerintah milik Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas program luar angkasa Amerika Serikat dan penelitian umum luar angkasa jangka panjang, mengungkapkan akan memperpanjang umur penyelidikan pesawat Juno selama tiga tahun. Pesawat Juno adalah pesawat luar angkasa yang dijalankan oleh NASA dalam misi program New Frontiers ke planet Jupiter. 

Rencananya, pesawat tersebut tetap beroperasi sampai 2021. Salah satunya, karena Juno baru saja memecahkan misteri puluhan tahun petir di Jupiter.

Juno sendiri merupakan pesawat luar angkasa yang dijalankan oleh NASA dalam misi program New Frontiers ke planet Jupiter. NASA telah menyetujui pembaruan untuk operasi sains Juno hingga Juli 2021.

Juno memperoleh 41 bulan mengorbit di sekitar Jupiter dan akan memungkinkan Juno untuk mencapai tujuan sains utamanya, demikian seperti dilansir laman Daily Mail, Jumat (8/6/2018).

Juno berada di orbit 53 hari daripada orbit 14 hari seperti yang direncanakan semula karena kekhawatiran tentang katup pada sistem bahan bakar pesawat ruang angkasa. Orbit yang lebih panjang ini berarti akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengumpulkan data sains yang dibutuhkan.

Sebuah panel ahli independen menegaskan pada bulan April bahwa Juno berada di jalur untuk mencapai tujuan sainsnya dan telah mengembalikan hasil yang spektakuler.

Untuk diketahui, Juno telah mengorbit Jupiter sejak 4 Juli 2016, menggunakan seperangkat instrumen yang sangat sensitif, termasuk Microwave Radiometer Instrument (MWR), yang mencatat emisi dari raksasa gas di seluruh spektrum frekuensi yang luas.

"Dalam data pertama kami, MWR Juno mendeteksi 377 debit petir. Mereka tercatat dalam rentang megahertz serta gigahertz, yang dapat Anda temukan dengan emisi petir terestrial,” kata seorang ilmuwan Juno, Shannon Brown dari Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California.

 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Martina Prianti