• News

  • Internasional

Hanya Bisa Melihat Langit, Raja Narkoba El Chapo Dikurung 23 Jam/Hari di Penjara Ini

Joaquin Guzman yang dikenal sebagai El Chapo digiring pihak keamanan dengan tangan terikat usai turun dari pesawat.
dvidshub.net
Joaquin Guzman yang dikenal sebagai El Chapo digiring pihak keamanan dengan tangan terikat usai turun dari pesawat.

COLORADO, NETRALNEWS.COM - Joaquin Guzman, raja narkotika Mexico yang dijuluki El Chapo, telah dipindahkan ke satu penjara "Supermax" - tempat dimana tak seorang pun pernah meloloskan diri.

Guzman dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, ditambah 30 tahun lagi, pada Rabu di satu pengadilan federal di Brooklyn. Juri telah memutuskannya bersalah karena menyelundupkan narkotika dan terlibat dalam banyak persekongkolan pembunuhan sebagai pemimpin Sinaloa Cartel, salah satu organisasi penyelundupan narkotika yang terbesar dan paling kejam di Mexico.

Sebelum ditangkap pada 2016, Guzman telah dua kali meloloskan diri dari penjara dengan pengamanan maksimum di Mexico.

"Kami dapat mengkonfirmasi bahwa Joaquin Guzman mendekam di penjara Biro Penjara Federal di United States Penitentiary (USP) Administrative Maximum (ADX) Florence, yang berada di Florence, Colorado," bunyi pernyataan Biro Penjara AS yang dikutip Antara dari Reuters, Sabtu (20/7/2019).

Dilaporkan juga, Guzman digiring pada Jumat pagi ke satu lokasi rahasia di New York, dalam perjalanan ke penjara Supermax di Florence, kata pengacara pembelanya Jeffrey Lichtman kepada Denver Post.

Penjara tersebut berada sekitar 185 kilometer di sebelah selatan Denver dan dibuka pada 1994. Penjara itu dihuni oleh 375 tahanan.

Penjara Supermax Colorado dijuluki "Alcatraz of the Rockies", yang diambil dari nama penjara San Francisco yang tahanannya meliputi gangster Al Capone dan George "Machine Gun" Kelly da Robert Franklin Stroud --yang dikenal sebagai Birdman of Alcatraz.

Seperti tahanan lain, Guzman tampaknya akan dikurung selama 23 jam per hari di satu sel terpencil yang memiliki jendela setinggi 107 centimeter dan dengan sudut pandang ke atas sehingga hanya langit yang terlihat.

Ia bisa nonton TV di selnya, dan akan memiliki akses ke layanan agama serta program pendidikan.


Editor : Irawan.H.P