• News

  • Internasional

Dalam Dua Hari, Aktivitas Bandara Hong Kong Terganggu Aksi Demo

Demonstrasi di Bandara Internasional Hong Kong.
Fox News
Demonstrasi di Bandara Internasional Hong Kong.

HONG KONG, NETRALNEWS.COM – Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Hong Kong mengalami gangguan selama dua hari menyusul protes yang dilakukan demontran yang anti-pemerintah.

Bandara Hong Kong yang menjadi salah satu bandara tersibuk di dunia, telah menjadi tempat protes selama lima hari berturut-turut.

Bererapa video yang beredar di media sosial menunjukkan penumpang pesawat berjuang untuk melewati demonstran, yang telah duduk di dalam dan menghalangi jalur-jalur keberangkatan.

Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, sebelumnya mengeluarkan peringatan baru kepada pengunjuk rasa.

Lam mengatakan Hong Kong telah "mencapai [situasi berbahaya]" dan bahwa kekerasan selama protes akan mendorong kota tersebut "ke jalan yang tidak dapat diputar balik lagi".

Ketika kerumunan massa pendemo terus berkumpul, pejabat bandara Hong Kong mengumumkan bahwa semua check-in ditangguhkan dari pukul 16:30 waktu setempat pada hari Selasa.

Beberapa gambar dari dalam bandara tampak menunjukkan pengunjuk rasa menggunakan troli bagasi untuk membuat penghalang jalan, dan beberapa penumpang tampak menjadi tertekan.

"Operasi terminal di Bandara Internasional Hong Kong telah benar-benar terganggu akibat aksi massa di bandara hari ini," kata Otoritas Bandara (AA) dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir dari BBC.

Gangguan pada Senin telah menyebabkan ratusan pembatalan penerbangan di bandara - salah satu pusat transportasi internasional tersibuk.

Kerusuhan massal telah mengguncang Hong Kong selama 10 minggu, dan tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Protes besar dimulai sebagai tanggapan terhadap RUU ekstradisi yang diusulkan pemerintah Hong Kong, yang sekarang telah ditangguhkan, tetapi telah berkembang menjadi gerakan pro-demokrasi yang lebih menuntut.

Protes dipicu oleh ketakutan bahwa kebebasan yang dinikmati Hong Kong sebagai wilayah administratif khusus Tiongkok sedang dilemahkan.

Pada hari Selasa, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Michelle Bachelet, mendesak pihak berwenang untuk menahan diri dalam menanggapi protes.

 

Reporter : Turkhan Akhyar
Editor : Widita Fembrian