• News

  • Internasional

Nabrak Burung, Pesawat Penumpang Rusia Mendarat di Ladang Jagung

Nabrak burung, pesawat penumpang Rusia mendarat di Ladang Jagung.
Russia
Nabrak burung, pesawat penumpang Rusia mendarat di Ladang Jagung.

MOSKOW, NETRALNEWS.COM - Sebuah pesawat penumpang komersil asal Rusia telah melakukan pendaratan darurat di ladang jagung dekat Moskow, setelah pesawat tersebut bertabrakan dengan sekawanan burung.

Dua puluh tiga orang terluka dalam insiden itu, yang menyebabkan pesawat mendarat dengan mesin mati dan roda pendaratannya tidak dikeluarkan, kata pejabat kesehatan setempat.

Ural Airlines Airbus 321 bertolak ke Simferopol di Crimea ketika menabrak kawanan burung camar tak lama setelah tinggal landas. Kejadian tersebut mengganggu mesin pesawat itu.

Media pemerintah menyebut pendaratan yang dilakukan pilot pesawat nahas tersebut sebagai "keajaiban Ramensk".

Maskapai Ural Airlines mengatakan pesawat itu rusak parah dan tidak bisa terbang lagi. Investigasi resmi atas kejadian tersebut sedang berlangsung.

Pesawat itu sedang mengangkut 233 penumpang dan awak di atas kapal ketika burung-burung itu dilaporkan tersedot ke dalam mesinnya. Lalu pilot pun segera memutuskan untuk mendaratkan pesawatnya.

Seorang penumpang yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada TV pemerintah bahwa pesawat mulai bergetar hebat setelah tinggal landas.

"Lima detik kemudian, lampu di sisi kanan pesawat mulai menyala dan ada bau terbakar. Lalu kami mendarat dan semua orang lari," katanya.

Agen transportasi udara Rosaviatsia mengatakan pesawat itu mendarat di ladang jagung sekitar satu kilometer dari landasan pacu di Bandara Internasional Zhukovsky, dengan keadaan mesin mati dan roda pendaratan tidak dikeluarkan.

Penumpang dievakuasi dari pesawat, dengan beberapa dibawa ke rumah sakit untuk perawatan. Para penumpang lainnya diarahkan kembali ke bandara.

Kementerian kesehatan lokal mengatakan lima anak termasuk di antara mereka yang dirawat di rumah sakit setelah kecelakaan itu. Ada beberapa dari mereka yang berada dalam kondisi serius.

Sementara itu, Direktur Jenderal Ural Airlines Kirill Skuratov mengatakan kepada Tass bahwa penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan mereka akan ditempatkan pada penerbangan alternatif setelah pemeriksaan medis.

Reporter : Turkhan Akhyar
Editor : Sulha Handayani