• News

  • Internasional

Aneh, Bayi Ini Lahir Tanpa Tengkorak

Lucas Santa Maria, yang berusia tujuh bulan, tidak diyakini mampu hidup karena alami exencephaly.
Daily Mail
Lucas Santa Maria, yang berusia tujuh bulan, tidak diyakini mampu hidup karena alami exencephaly.

NEW JERSEY, NETRALNEWS.COM - Seorang anak laki-laki yang lahir tanpa bagian tengkorak, sehingga otaknya hanya ditutupi oleh kulit. Kasus ini lantas dipercaya menjadi kasus pertama yang mampu hidup dan bertahan meski dalam kondisi langka.

Dia adalah Lucas Santa Maria, yang berusia tujuh bulan, tidak diyakini mampu hidup karena alami exencephaly. Ibunya, Maria, disarankan untuk mengugurkan kandungannya saat usia kandungan 10 minggu, tetapi dia mengakui tidak bisa melakukan pilihan yang memilukan itu.

Lucas kemudian lahir pada usia 35 minggu dengan berat tak mencapai 3kg. Ibunya, Santa Maria (30) dan ayahnya Augusto (31) dari Garfield, New Jersey, lantas mengklaim bahwa mereka diberikan daftar rumah duka dan disarankan untuk mempersiapkannya.

Mengejutkan, stabilitas Lucas malah meningkat, dan dia bisa makan dan bernafas tanpa bantuan. Setelah menjalani operasi untuk mengeluarkan cairan di bagian otaknya, Lucas bisa pulang dari rumah sakit setelah empat hari.

Dia saat ini sedang menunggu operasi membentuk tengkorak di otaknya, yang saat ini hanya dilindungi oleh kulitnya dan sangat rapuh.

"Saya mengetahui tentang kondisinya pada USG pertama saya, ketika saya baru hamil sepuluh minggu dan diberi tahu bahwa dia kemungkinan besar akan meninggal di rahim saya atau setelah kelahiran. Mereka merekomendasikan kami melakukan aborsi dan tidak memberi kami harapan sama sekali," kata Santa Maria, dilansir dari laman Daily Mail, Minggu (6/10/2019).

Santa Maria mengaku tidak pernah berpikir untuk melakukan aborsi sebelumnya, tetapi pihaknya dipaksa untuk mempertimbangkan karena keadaan bayi.

“Saya pikir jika Lucas tidak akan hidup, dia dapat melewati rahim saya tanpa saya menyesal bahwa saya mungkin telah menghentikan anak saya untuk memiliki kehidupan. Dokter memberi tahu kami bahwa ini menjadikannya yang pertama di dunia yang selamat dan berkembang dengan kondisi langka," jelas ibu dengan empat anak ini.

Untuk diketahui, Exencephaly dianggap sebagai kelainan perkembangan otak yang mematikan yang ditemukan selama kehamilan. Ini ditandai dengan hilangnya jaringan otak dan bagian atas tengkorak atau disebut kalvarial.

Keadaan ini membuat bayi tidak dapat bertahan hidup di luar rahim. Insiden terjadi satu dari setiap 33.000 kehamilan, menurut penelitian.

Ini adalah jenis cacat tabung saraf (NTD), di mana sekitar satu dari 1.000 bayi dilahirkan. Di seluruh dunia, 300.000 atau lebih bayi dilahirkan setiap tahun dengan NTD, dan NTD menghasilkan lebih dari 70.000 kematian setiap tahunnya.

Exencephaly adalah prekursor untuk anencephaly, cacat lahir yang serius di mana bayi dilahirkan tanpa bagian otak dan tengkorak. Anencephaly terjadi paling lambat kehamilan 24 hari.

Anencephaly terjadi jika bagian atas dari tabung saraf tidak menutup sempurna. Ini sering mengakibatkan bayi dilahirkan tanpa bagian depan otak atau bagian otak untuk berfikir dan terkoordinasi. Bagian otak yang tersisa seringkali tidak ditutupi oleh tulang atau kulit. Anencephaly dan exencephaly keduanya fatal dan tidak dapat diobati.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P