• News

  • Internasional

Samadikun Hartono Tak Ditukar dengan Warga Etnis Uighur di Indonesia

Sutiyoso, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN)
Sutiyoso, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepala BIN Sutiyoso menegaskan kembalinya Sumadikun Hartono setelah ditangkap di Tiongkok bukan karena dibarter dengan tersangka teroris warga etnis Uighur.

"Tidak ada barter-barteran," tegas Sutiyoso tadi malam kepada media massa.

Kepala BIN menanggapi pemberitaan adanya deal antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Tiongkok dalam memulangkan Samadikun baru bisa terlaksana jika Indonesia mau mengembalikan warga etnis Uighur yang ditangkap di Indonesia akhir tahun lalu berkaitan dengan terorisme.

Untuk memperjelas pernyataannya Kepala BIN Sutiyoso mengatakan penangkapan Samadikun adalah murni operasi intelijen. Operasi ini sama dengan ketika intelijen Indonesia menangkap mantan Bupati Temanggung Totok Ary Prabowo di Phnom Penh, Kamboja Desember tahun lalu.

Menurut Sutiyoso kronologi penangkapan Samadikun dimulai ketika dia dihubungi aparat berwenang Tiongkok di Jerman sewaktu dia mempersiapkan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Eropa. Sutiyoso dihubungi pihak Tiongkok mengenai keberadaan Samadikun di negeri itu.

Kedua belah pihak kemudian bertemu di London dan setelah itu Sutiyoso serta tim terbang ke Shanghai guna menangkap Samadikun dengan kerjasama pihak berwajib Tiongkok.

Samadikun Hartono adalah buronan selama 13 tahun. Ia lari ke luar negeri dan sempat tinggal di beberapa negara setelah dipidana bui akibat kasus penyelewengan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Ia tiba tadi malam melalui Bandara Halim Perdanakusumah, setelah pekan lalu ditangkap di Shanghai, Tiongkok.

Editor : Hila Japi
Sumber : Antaranews