• News

  • Internasional

Pria Mesir Bersenjata Parang Ditembak Tentara di Paris

Francois Hollande (jberita)
Francois Hollande (jberita)

PARIS, NETRALNEWS.COM - Seorang pria dengan parang di masing-masing tangannya menyerang beberapa prajurit yang sedang memeriksa tas-tas dekat pusat perbelanjaan.

Pria Mesir tersebut memarang seorang prajurit dan memukul lainnya hingga terjatuh. Ia terus melancarkan serangan-serangan atas prajurit di tanah. Pria itu pun ditembak di bagian perut.

Peristiwa itu berlangsung di dekat pintu masuk Musium Louvre, Paris.

Pria tersebut berasal dari Mesir yang tiba di Prancis pada 26 Januari lalu setelah memperoleh visa turis di Dubai, jaksa penuntut Paris mengatakan.

Sumber-sumber keamanan di Kairo mengidentifikasi pria tersebut bernama Abdullah Reda al-Hamany, yang lahir di Dakahlia, sebuah provinsi di sebelah timur laut Kairo, ibu kota Mesir.

Polisi menggeledah sebuah apartemen yang disewa pria itu di Paris dan sedang bekerja untuk menentukan apakah ia bertindak sendiri atau atas suruhan seseeorang, kata jaksa Francois Molins dalam jumpa pers Jumat (3/2/2017) malam.

Sebuah sumber yang dekat dengan penyidikan mengatakan kepada Reuters bahwa petugas menemukan kaleng-kaleng cat - bukan bahan peledak di dalam tas yang dibawa pria tersebut.

Pada pertemuan para pemimpin Uni Eropa di Malta, Presiden Prancis, Francois Hollande, memuji keberanian dan tekad para prajurit. Operasi itu tak diragukan mencegah serangan teroris, katanya.

Prajurit yang menembak pria itu berasal dari satu kelompok yang sedang berpatroli dan merupakan pemandangan umum di Paris sejak keadaan darurat diberlakukan pada November 2015 setelah bom dan serangan-serangan dilakukan militan IS.

Penyididkan anti-terorisme telah dibuka, kata jaksa itu. Seorang pria lainnya luka-luka di bagian kulit kepala.

Editor : Hila Japi
Sumber : Antara/Reuters