• News

  • Internasional

Dua Orang Ditahan terkait Kebakaran ‘Kapal Hantu‘ di Oakland

Bekas kebakaran Gudang di Oakland, California, yang dijuluki 'Kapal Hantu'. (hyperallergic)
Bekas kebakaran Gudang di Oakland, California, yang dijuluki 'Kapal Hantu'. (hyperallergic)

OAKLAND, NETRALNEWS.COM - Dua orang ditahan atas kebakaran sebuah gudang di Oakland, California, yang dijuluki 'Kapal Hantu' pada Desember lalu yang menewaskan 36 orang.

Derick Almena dan Max Harris menghadapi banyak perhitungan pembunuhan tanpa disengaja.

Almena adalah pemilik sewa pada gudang tersebut, sebuah ruang kerja kolektif dan tempat tinggal untuk sekitar 20 orang, dan Harris adalah wakilnya.

Penyidik ​​belum menentukan penyebab pasti kebakaran yang paling mematikan di AS tersebut selama lebih dari 10 tahun, meskipun laporan media lokal menyebutkan sistem kelistrikan yang merupakan penyebabnya.

Beberapa penyidik mengatakan semua korban - yang berusia antara 17 sampai 61 tahun - meninggal karena menghirup asap saat mereka berjuang untuk melarikan diri dari tangga darurat yang terbuat dari palet kayu.

Jaksa Wilayah Alameda Nancy O'Malley mengumumkan tuntutan pidana pada sebuah konferensi pers, Senin (5/6/2017).

"Terdakwa Almena dan Harris sengaja menciptakan perangkap api dengan sarana untuk melarikan diri yang tidak memadai," katanya.

"Mereka kemudian mengisi area tersebut dengan manusia dan sekarang menghadapi konsekuensi dari tindakan mereka."

"Mereka bertindak dengan sadar dan mengabaikan risikonya" dengan membiarkan orang tinggal di gedung tersebut dan dengan berbohong kepada polisi tentang bagaimana ruang itu digunakan, tambah O'Malley.

Almena memegang kontrak sewa untuk Kapal Hantu, mengumpulkan uang sewa dari sub-penyewa dan memutuskan siapa yang bisa tinggal atau bekerja pada kolektif tersebut.

Jaksa mengatakan Harris, yang menganggap dirinya "direktur kreatif", membantu mengumpulkan uang sewa sambil menengahi perselisihan di antara penyewa dan dengan pemilik gedung tersebut.

Jika terbukti keduanya menghadapi hukuman 39 tahun penjara.

Almena menjadi sasaran kritik yang meluas dari sebuah kiriman media sosial setelah tragedi tersebut ketika dia menyesalkan bahwa "semua yang saya kerjakan dengan sangat sulit telah hilang".

Ayah tiga anak itu menambahkan bahwa keluarganya aman tanpa menyebutkan tiga puluhan orang yang meninggal.

Reporter : Hermina W
Editor : Nazaruli
Sumber : BBC

Apa Reaksi Anda?