• News

  • Internasional

AS Pulangkan Mantan Biksu Thailand Tersangka Perkara Seksual

Ilustrasi Pelecehan Seksual pada Anak dibawah umur (Bontang Post)
Ilustrasi Pelecehan Seksual pada Anak dibawah umur (Bontang Post)

Berita Terkait

BANGKOK, NETRALNEWS.COM - Mantan biksu Thailand, yang dicari atas tuduhan bersebadan dengan anak-anak, akan dipulangkan dari Amerika Serikat untuk diadili, kata polisi Thailand pada Selasa (17/7/2017).

Masalah itu mengangkat pertanyaan tentang keadaan Buddhisme di tengah perubahan cepat masyarakat.

Wirapol Sukphol, sebelumnya dikenal dengan nama biaranya, Luang Pu Nenkham, memicu kegemparan pada 2013 saat video YouTube menunjukkan biksu itu di jet pribadi dengan tas Louis Vuitton. Perilaku itu sangat bertentangan dengan ajaran Buddha dan sumpah biarawan untuk menghindari barang duniawi.

Pada akhir tahun itu, ia diusir dari biara sesudah dituduh melakukan hubungan badan -pelanggaran berat bagi biksu- dengan gadis di bawah umur. Ia kemudian melarikan diri ke Amerika Serikat.

Penyelidikan menghasilkan tuntutan penganiayaan anak-anak, penculikan anak-anak, penipuan umum, pencucian uang dan kejahatan komputer terhadapnya, kata polisi.

"Pihak berwenang di Amerika Serikat akan memulangkannya ke Thailand besok malam," kata Paisit Wongmuang, direktur penyelidikan khusus kepolisian, kepada wartawan.

Wirapol tidak dapat memberikan tanggapan dan tidak jelas apakah ia mempunyai pengacara.

Buddhisme dianggap salah satu dari tiga soskoguru masyarakat Thailand di samping bangsa dan kerajaan. Kuil berada di tengah masyarakat, terutama di pedesaan, kendati terjadi perambahan pesat dunia modern dan materialistik.

Tapi, lembaga penggalang Buddhisme dan pengawas kerahiban mendapat sorotan dalam beberapa tahun belakangan sesudah serangkaian skandal seks dan uang terjadi.

Pemerintah militer berusaha lebih mengawasi agama Buddha sejak Maret, saat kuil berpengaruh menentang pengepungan tiga pekan polisi, yang mencari mantan kepala biaranya atas tuduhan pencucian uang. Ia masih dalam pelarian.

Pada tahun ini, pemerintah mengajukan rancangan undang-undang, yang tampak secara berarti mengurangi pengaruh majelis tertinggi Buddhisme.

Pada bulan lalu, Kantor Buddhisme Nasional mengatakan akan mengajukan undang-undang lain untuk memaksa puluhan ribu kuil di negara tersebut mengumumkan keuangan mereka.

Editor : Redaksi
Sumber : Antara/Reuters