• News

  • Kesehatan

Banyak Virus Bisa Bertahan di Air Mani Manusia, Ini Penjelasan Ahli

Virus zika dapat bertahan lama di air man. (Dok:Zika)
Virus zika dapat bertahan lama di air man. (Dok:Zika)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketika para ilmuwan menemukan bahwa virus Zika yang dapat bertahan dalam air mani hingga 6 bulan, membuat orang-orang merasa takut dan ngeri akan penyakit ini, terutama mereka yang berharap untuk memiliki anak.

Baru-baru ini diketahui bahwa virus Zika tersebut bisa menular secara seksual hingga 41 hari. Kini, penemuan para ilmuwan dalam meta-analisis baru mengemukakan  bahwa 26 virus lainnya juga dapat hidup di air mani manusia, dan terus menginfeksi ke dalam aliran darah.

Melansir sciencemag, Kamis (21/9/2017) 26 virus lainnya itu termasuk diantaranya virus yang menyebabkan Ebola, HIV, hepatitis B, dan herpes. Hasil tinjauan setelah lebih dari 3800 publikasi ilmiah, ilmuwan kemudian menemukan bukti.  Setidaknya ada 11 virus yang dapat hidup di testis, termasuk yang menyebabkan influenza, demam berdarah, dan sindrom pernapasan akut parah.

"Virus ini berpotensi ditemukan dalam air mani," kata para ilmuwan, seperti dikutip website tersebut.

Selanjutnya, meskipun tidak semua virus mampu menular dari orang ke orang lain, tapi mereka tetap memiliki konsekuensi serius lainnya. Misalnya, seperti mengurangi kesuburan atau meningkatkan risiko tertularnya penyakit secara seksual.

Beberapa virus ini bahkan bisa menyebabkan mutasi pada DNA sperma, yang kemudian bisa membuahi sel telur dan menyebabkan virus ke 'generasi mendatang' atau janin dalam kandungan.

Temuan tersebut diterbitkan minggu lalu di jurnal Centers for Disease Control and Prevention's Emerging Infectious Diseases. "Temuan ini menunjukkan bahwa lebih banyak virus dapat hidup di air mani daripada yang diperkirakan sebelumnya."

Namun, para penulis memperingatkan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami, bagaimana dan apakah virus virus dapat menular secara seksual? Lalu virus mana yang tetap bertahan dalam air mani, dan untuk berapa lama, dan konsentrasinya seperti apa.

Reporter : Vito Adhityahadi
Editor : Sulha Handayani