• News

  • Kesehatan

Ini Penyebab Migrain Sesungguhnya, Hindari!

Rasa mual dan sakit kepala ciri dari migrain.
Kesehatan
Rasa mual dan sakit kepala ciri dari migrain.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -- Sakit kepala disertai rasa mual, dan peka terhadap cahaya serta suara, yaitu kemungkinan besar adalah migrain. Tapi, gejala migrain ini ternyata sebagai cara otak melindungi dan memperbaiki dirinya dari stres oksidatif.

Melansir MedicalExpress, Minggu (22/10/2017) migran memengaruhi sekitar 14 persen populasi dunia, atau 1,04 miliar orang.
Penelitian sebelumnya telah menduga, bila individu yang mengalami migrain memiliki tingkat stres oksidatif yang lebih tinggi.

Jonathan Borkum, PhD, dari University of Maine, mencatat pemicu migrain termasuk stres, gangguan tidur, kebisingan, polusi udara, dan diet kondisi tersebut dapat meningkatkan stres oksidatif otak, ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dan kemampuan tubuh untuk melawan efek berbahaya.

"Stres oksidatif adalah sinyal yang berguna untuk menghindari bahaya karena sejumlah kondisi yang tidak menguntungkan di otak meningkat," kata Dr. Borkum, mengutip laman tersebut.

Karena alasan tersebut, menargetkan stres oksidatif dapat membantu mencegah atau mendahului migrain. Dalam artikelnya yang berjudul Views and Perspectives, Dr. Borkum melihat secara dekat komponen serangan migrain secara terpisah.

Konteks ancaman ke otak berupa gangguan dalam suplai darah, masing-masing komponen bersifat protektif dengan memperkuat pertahanan antioksidan, menurunkan produksi oksidan, menurunkan kebutuhan energi dan, terutama, melepaskan faktor pertumbuhan ke dalam otak yang melindungi neuron yang ada dan mendukung kelahiran serta perkembangan neuron baru.

"Jadi, tampaknya serangan migrain tidak hanya dipicu stres oksidatif, mereka secara aktif melindungi dan memperbaiki otak dari itu," kata Dr Borkum.

Biasanya, gejala migrain seperti demam, pembengkakan, rasa sakit, atau batuk. Dan itu bukan penyakit itu sendiri melainkan bagian pertahanan tubuh untuk melawannya.

"Jadi, teori di sini mengatakan kepada kita bahwa untuk benar-benar mengatasi migrain, kita harus melihat di balik serangan ada kerentanan dasar otak, yaitu, apa yang menyebabkan stres oksidatif," kata Dr. Borkum.
Teori migrain ini menyarankan untuk menemukan obat pencegahan dan gaya hidup, yang berfokus pada pengurangan stres oksidatif dan meningkatkan pelepasan faktor pertumbuhan.

Ini juga menyoroti rumah sakit saraf, atau bagaimana otak mempertahankan dan menyembuhkan dirinya sendiri.

Reporter : Vito Adhityahadi
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?