• News

  • Kesehatan

Pakar: TBC Tak Hanya Serang Organ Paru-paru

Pasien penderita Tuberkulosis (TBC). Penyakit ini merupakan penyakit menular yang tidak hanya menyerang organ paru-paru.
Nachtwey
Pasien penderita Tuberkulosis (TBC). Penyakit ini merupakan penyakit menular yang tidak hanya menyerang organ paru-paru.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepala Sub Direktorat Tuberkulosis, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung - Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Asik Surya mengatakan, penyakit Tuberkulosis ( TBC) merupakan penyakit menular yang tidak hanya menyerang organ paru-paru.

TBC juga dapat mengenai organ tubuh lain seperti selaput otak, mata, hati, usus, kelenjar getah bening, tulang, kulit dan anggota tubuh lainnya.

Dr Asik juga memaparkan bahwa TBC dapat menyerang siapa saja dan tak memandang usia. Bisa terjadi pada bayi yang baru lahir sampai orang tua, termasuk ibu hamil.

" TBC itu penyakit endemis, banyak sumber penularannya dan banyak kasus TBC belum terobati. Maka perlu berobat secara dini dan minum obat tak boleh putus," kata dr Asyik dalam acara peluncuram Kompetisi Video Blog (Vlog) TBC di Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Kuman TBC ini dapat ditularkan melalui udara langsung dari pasien TBC ke orang yang berada di sekitarnya melalui droplet. Droplet ini berupa percikan air ludah atau dahak yang mengandung kuman TBC pada saat pasien TB batuk, bersin atau berbicara.

Sedangkan tanda dan gejala TBC yakni memiliki gejala utama, yaitu batuk berdahak selama dua minggu atau lebih. Disertai pula dengan gejala tambahan, seperti demam dan meriang, batuk darah, dada nyeri dan sesak nafas, nafsu makan menurun, badan lemas, berat badan menurun serta berkeringat di malam hari meskipun tanpa kegiatan.

Jika mengalami gejala tersebut disarankan untuk melakukan pemeriksaan TBC yakni pemeriksaan dahak mikroskopis langsung di laboratorium. Pada tahap tersebut, dahak diambil tiga kali dalam waktu dua hari dengan ketentuan. Kemudian pemeriksaan tambahan berupa rontgen foto dada yamg dilakukam bila pemeriksaan laboratorium hasilnya negatif, sedangkan gejala TB lainnya ada.

"Obat TBC aman bagi wanita hamil namun tetap dalam pengawasan dokter, karena kalau tidak ditangani akan berisiko pada bayi. Obat TBC sendiri efektif dikonsumsi selama enam bulan, ada yang bisa sampai dua tahun karena faktor tertentu," kata dr Asyik.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang