• News

  • Kesehatan

Jauhi Anak dari Asap Rokok, Ini Dampak Buruknya

Dampak buruk terjadi jika anak dekat dengan asap rokok.
Oxford
Dampak buruk terjadi jika anak dekat dengan asap rokok.

JAKARTA, NNC - Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan meminta orang tua agar menjauhkan anak-anaknya dari paparan asap rokok dan tidak membiarkan anak merokok atau memberi anak rokok.

"FAKTA mengecam keras tindakan orang tua balita yang memberikan sebatang rokok lalu dengan bangga menyebarluaskannya di media sosial. Itu adalah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab dan berbahaya," kata Tigor.

Tigor juga meminta pemerintah agar lebih giat mempromosikan dan menyosialisasikan bahaya rokok bagi kesehatan. Peristiwa orang tua mengunggah anak balitanya merokok di media sosial mem buktikan masyarakat kurang menyadari bahaya rokok.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat agar membudayakan perilaku hidup sehat dan menjauhkan lingkungan sekitar dari paparan asap rokok dan memberikan sanksi sosial bagi siapa saja yang merokok di dekat anak-anak atau membiarkan anak-anak merokok.

"Kita baru saja berduka karena peristiwa bayi meninggal akibat pneumonia berat karena terpapar asap rokok orang tuanya sendiri, kini ada orang tua yang dengan bangga menyebarluaskan di media sosial telah memberikan anak balitanya rokok," tutur Tigor, dalam siaran persnya, Minggu (25/2/2018).

Bila perilaku semacam ini dibiarkan, Tigor khawatir akan muncul banyak korban akibat penggunaan zat adiktif yang tidak baik dan benar. Selain itu akan menumbuhkan generasi muda bangsa yang penyakitan pada masa depan serta melahirkan generasi dengan perilaku hidup tidak sehat.

Menurut Tigor, orang tua yang memberikan anak balitanya rokok dan mengunggah di media sosial bisa dipidana karena telah melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

"Ancaman hukumannya pidana penjara paling singkat dua tahun dan paling lama 10 tahun serta denda paling sedikit Rp20.000.000 dan paling banyak Rp200.000.000," katanya.

Editor : Sulha Handayani