• News

  • Kesehatan

Warga Diminta Waspadai Serangan Flu Burung di Musim Pancaroba

Ilustrasi penyakit flu burung.
Istimewa
Ilustrasi penyakit flu burung.

KENDARI, NNC - Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara mengimbau warga dan peternak unggas untuk mewaspadai penyakit flu burung yang menyerang saat musim pancaroba.

Staf Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Sultra Drh Fitriana mengatakan penyakit flu burung yang disebabkan virus influenza tipe A dari family Orthpmyxovi radae menyebar saat hujan dan panas sehingga suhu udara tidak stabil.

"Imbauan ini tidak berarti Kota Kendari atau Sultra dalam ancaman flu burung tetapi warga atau peternak harus waspada dengan memberikan vaksin pada ternak karena cuaca tidak menentu (panas tiba tiba turun hujan dalam waktu singkat)," kata Fitriana yang bertugas stand pameran Hallo Sultra 2018 di Kendari, Kamis (26/4/2018).

Oleh karena itu, peternak perlu mengetahui gejala awal penyakit flu burung, yakni jengger, pial, kulit perut yang tidak ditumbuhi bulu berwarna biru keunguan (sianosis), kadang-kadang ada cairan dari mata dan hidung, pembengkakan pada bagian muka dan kepala, pendarahan di bawah kulit (sub cutan), pendarahan titik (ptechia) pada daerah dada, kaki, dan telapak kaki, batuk, bersin dan ngorok.

Perlu pula diketahui proses penularan penyakit flu burung melalui cairan atau lendir yang dari lubang hidung, mulut, mata, lubang anus dari unggas yang sakit ke lingkungannya.

Secara tidak langsung melalui pakan, air minum, kandang, peralatan, rak telur, keranjang ayam, alat transportasi, dan pekerja kandang yang tercemar virus Avian Influenza.

Masa inkubasi penyakit 15 jam sampai 3 hari dan masa infeksi penyakit 2 jam sampai 2 hari.

Langkah pencegahan dan pemberantasan meliputi pemusnahan unggas di peternakan tertular, membakar dan mengubur unggas mati karkas, telur yang terinfeksi, kotoran, bulu dan alas kandang, pupuk dan pakan ternak yang tertular.

"Vaksinasi atau pengebalan untuk unggas sehat di sekitar daerah tertular dan pengisian kembali di kandang yang tertular sekurang-kurangnya satu bulan setelah dilakukan pengosongan,” katanya dikutip dari Antara.

Virus flu burung akan mati pada suhu 56 derajat celcius selama tiga jam, pada suhu 60 derajat celcius dapat bertahan selama tiga jam dan pada suhu 76 derajat celcius hanya dapat bertahan beberapa menit saja.

 

Editor : Widita Fembrian

Apa Reaksi Anda?