• News

  • Kesehatan

Oligospermia dan Azoospermia, Dua Tanda Tidak Suburnya Sperma

Ilustrasi Sperma subur
Titik Nol
Ilustrasi Sperma subur

JAKARTA, NNC - Dokter spesialis andrologi dr Nugroho Setyawan Sp.And, mengatakan, untuk mengetahui kesuburan seorang pria bisa dilihat dari morfologis sperma. Di masyarakat awam istilah air mani encer, dan mandul kerap menjadi rancu. Padahal dari bahasa kedokteran, tidak ada istilah air mani encer.

Menurut dr Nugroho, yang ada adalah oligospermia atau azoospermia. Yang dimaksud dengan oligospermia apabila jumlah sel sperma yang terdapat setiap kali ejakulasi kurang dari 20 juta sel sperma.

Padahal setiap kali ejakulasi pria umumnya memiliki sel sperma 20 juta hingga 120 juta sel sperma. Jumlah sperma yang kurang dari 20 juta inilah yang sering disebut mani encer di masyarakat.

Sementara untuk azoospermia, dijelaskan androlog dr Anita Gunawan, MS, Sp.And, yakni tidak ditemukannya sel sperma dari setiap ejakulasi. Artinya, kata dr Anita, yang keluar hanya cuam airnya saja, tapi spermanya kosong. Dan ini yang disebut mandul, karena tidak bisa membuahi sel telur.

Lebih lanjut, dr. Anita mengatakan bahwa pengujian sperma secara makroskopis dan mikroskopis bisa dilakukan guna mengetahui kualitas dan kuantitas sperma. Makroskopis maksudnya dapat dilihat secara kasat mata, berapa banyak volume sperma.

Sperma yang baik adalah lebih dari 2 ml sekali enjakulasi, berwarna agak keputihan, terdapat gumpalan seperti jelly yang disebut koagulan, dan baunya khas seperti kaporit.

Sedangkan secara mikroskopis maksudnya peninjauan kualitas sperma dengan menggunakan alat bantu mikroskop. Hasil pemeriksaan secara mikroskopis akan diketahui konsentrasi spermatozoa, bentuk normal spermatozoa, dan kemampuan gerak spermatozoa.

Dalam pemeriksaan laboratorium, konsentrasi spermatozoa lebih baik jumlahnya lebih dari 20 juta sel sperma tiap kali ejakulasi, spermatozoa yang bergerak cepat lebih dari 50 persen, marfologi sperma sempurna yang terdiri kepala leher dan ekor, serta kekuatan hidup yang tinggi. Jika demikian, bisa dikatan sperma berkualitas baik dan layak membuahi sel telur (subur).

Reporter : Christophorus Aji Saputro
Editor : Firman Qusnulyakin