• News

  • Kesehatan

Depresi Bakal Jadi Gangguan dengan Beban Penyakit Nomor 2 Tertinggi di Dunia pada 2020

Ilustrasi depresi
istimewa
Ilustrasi depresi

JAKARTA, NNC - Depresi diprediksi World Health Organization (WHO) akan menjadi gangguan dengan beban penyakit nomor dua tertinggi di tahun 2020.

Depresi pada umumnya bermula pada masa remaja 12 – 24 tahun. Pada tahun 2012, diketahui bahwa usia 10-29 tahun menjadi masa perkembangan yang paling terbebani oleh depresi dan kecemasan.

Demikian disampaikan Kepala Koordinator Into The Light Indonesia (komunitas orang muda untuk kajian, advokasi dan edukasi pencegahan bunuh diri dan kesehatan jiwa), Benny Prawira Siauw dalam keterangan tertulisnya, yang NNC kutip Minggu (17/6/2018).

"Di Indonesia, terdapat 5,6 persen remaja usia 15-24 tahun yang memiliki gangguan mental emosional, namun hanya 15,6 persen di antara mereka yang pernah melakukan pengobatan seumur hidup, dan 6,1 persen melakukannya dalam dua minggu terakhir. Masalah depresi ini dapat bertahan di kalangan remaja Indonesia hingga usia dewasa, dan berpengaruh pada kualitas hidup mereka serta turut mempengaruhi kualitas hidup generasi keturunan berikutnya," jelas Benny.

Kata Benny, ketika depresi ini bertahan dan bertemu dengan faktor biologis, psikologis dan sosial lainnya, hal ini dapat berujung kepada bunuh diri. Seperti depresi, bunuh diri tidak pernah mendiskriminasi siapapun.

"Pemikiran bunuh diri dapat datang menghantui orang kaya dan miskin, berpendidikan tinggi dan tidak berpendidikan, memiliki karier yang baik dan pengangguran, selebritis dan fans, keluarga bangsawan dan rakyat awam, muda dan tua. Bunuh diri ditemukan melampaui segala macam latar belakang identitas dan kisah hidup," jelas Benny.

Menurut WHO, terdapat sekitar 804.000 nyawa hilang karena meninggal bunuh diri di seluruh dunia. Jumlah percobaan bunuh diri diprediksi jauh lebih banyak lagi dari angka kematian.

Di Indonesia, sekitar 5,4 persen remaja di sekolah berusia 13-17 tahun berpikir serius untuk mengakhiri hidup mereka, 5,6 persen telah membuat perencanaan mengenai percobaan bunuh diri yang hendak dilakukan, dan 3,9 pernah pernah mencoba bunuh diri setidaknya satu kali dalam satu tahun terakhir.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Wulandari Saptono